Kolaborasi IWAPI dan Sarinah Bangkitkan Gairah Wanita Pengusaha

0
22
Wanita Pengusaha Indonesia
Foto: Dewi/Nyata

Kembali menarik konsumen pasca kerusuhan yang terjadi 21 Mei lalu, Sarinah menggandeng Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI). Mereka menyediakan tempat bagi UMKM, khususnya wanita pengusaha.

Bagi tempat usaha yang letaknya berada di titik kerusuhan, pasti merasakan kerugian yang cukup besar. Salah satunya perusahaan BUMN, Sarinah yang mengalami penurunan omset selama kerusuhan terjadi.

“Kami tutup toko selama empat hari itu sangat berpengaruh. Jadi omzet kita tertunda mulai dari Selasa hingga Jumat lalu. Baru mulai operasi lagi Sabtu,” jelas Direktur Bisnis Ritel Sarinah, Lies Permana Lestari, Selasa (28/5) kemarin.

Baca juga: Denada dan Jerry Aurum Diminta Rujuk Gara-gara Anaknya

Melihat kondisi seperti ini, Sarinah dan IWAPI mencari jalan keluar untuk mengembalikan keadaan seperti semula.

“Kita langsung buka midnight sale sampai 31 Mei mendatang. Mencoba mengaktivasi kembali, supaya kita lebih bisa mengejar omzet yang kemarin tertunda. Kami bekerjasama dengan IWAPI dan Alhamdulillah hasilnya tidak mengecewakan,” jelas Lies.

Di atas panggung acara Merajut Kebersamaan di Bulan Ramadan, Ketua Umum IWAPI menyampaikan maksud kolaborasi bagi keduanya.

Alhamdulillah karena Sarinah ini plat merah BUMN, memang sudah selayaknya kami saling sinergi. Bagaimana pun, IWAPI ini banyak sinergitasnya dengan pemerintah. Karena tempat ini merupakan satu tempat untuk promosi dan berdagangnya UMKM. Jadi tempat yang tepat apabila Sarinah dan IWAPI ini berkolaborasi,” ungkap Nita Yudi, selaku Ketua Umum IWAPI.

Baca juga: Putra Meghan Markle dan Pangeran Harry Bakal MenJelajah Benua Afrika

Sebagai harapan dari kolaborasi ini, Nita berharap UMKM khususnya para wanita pengusaha mendapat tempat yang tepat dalam menjual produknya. Selain itu Nita berpesan agar masyarakat lebih memperhatikan pertumbuhan ekonomi, dan jangan lagi terganggu oleh kerusuhan.

“Mudah-mudahan masyarakat lebih aware lagi. Jangan samai perekonomian kita amblas karena kejadian seperti kemarin. Ekonomi Indonesia itu sedang bagus-bagusnya. Jangan sampai dirusak seperti itu,” harapnya. (*)