Veteran Perang Dunia II Akhirnya Wisuda di Usia 100 Tahun

USIA 100 Tahun: John Milton atau disapa Jack sesaat setelah mengikuti prosesi wisuda. (Foto: Dok. UMGC)
USIA 100 Tahun: John Milton atau disapa Jack sesaat setelah mengikuti prosesi wisuda. (Foto: Dok. UMGC)

Banyak cara untuk merayakan ulang tahun seseorang yang kita hormati. Banyak juga macam hadiah yang bisa diberikan. Namun yang diberikan University of Maryland Global Campus (UMGC), di Maryland, Amerika Serikat, kepada John Milton pada 30 April lalu sangat spesial. Yakni wisuda di usia 100 tahun sebagai sarjana setingkat D-3, atau yang di sana disebut dengan Bachelor of Arts (BA).

Dalam sistem pendidikan AS, tak ada jenjang S1. Tapi BA yang ditempuh dalam dua tahun, setelah SMA. Lantas Master dan kemudian Doktor.

“Sudah banyak perayaan dan acara peringatan yang saya dapat sepanjang hidup. Tetapi ini yang paling top,” komentar pria yang akrab dipanggil Jack itu seusai acara.

Sebab di momen itu, Jack tak diwisuda tapi juga harus mempresentasikan karya akademiknya, walau tidak sedetil skripsi, di hadapan para petinggi universitas, civitas akademi, keluarganya dan undangan lain.

| Baca Juga: Inspiratif, Wisudawan Penyandang Tunarungu Raih Cumlaude

Di usianya yang 100 tahun, kemampuan kognitif (daya pikir) Jack patut diacungi jempol. Sebab dia masih mampu melakukan semua tugas itu dengan baik.

WISUDA DI USIA 100 TAHUN: Jack (depan, tengah) bersama keluarga dan civitas UMGC. (Foto: Dok. UMGC)
WISUDA DI USIA 100 TAHUN: Jack (depan, tengah) bersama keluarga dan civitas UMGC. (Foto: Dok. UMGC)

Diwisuda sebagai sarjana adalah keinginan tertinggi Jack, yang tak pernah hilang digerus waktu, perang dan tugas-tugasnya sebagai perwira tinggi militer.

Jack sebenarnya adalah mahasiswa UMGC. Lulus pada tahun 1960an. Tetapi tak sempat diwisuda karena keburu dipanggil untuk bertugas sebagai pilot pesawat tempur di Perang Vietnam, yang berlangsung hingga tahun 1975.

Sebenarnya itu bukan keterlibatan pertama Jack dalam peperangan. Sebagai anggota militer, dia sudah berada di medan tempur sejak Perang Dunia II (1939-1945) dan Perang Dingin di Korea (1950-1953).

Karena itu sepanjang hidupnya dia memimpikan momen itu. Tetapi dia tak pernah mengungkapkan harapan itu, walau sejak pensiun dari militer, dia memimpin Dewan Penyantun UMGC. Begitu pula saat menerima President’s Medal UMGC pada tahun 2021.

| Baca Juga: Pria Tertua di Dunia Beberkan Rahasia Umur Panjang

Namun kepedulian pada pendidikan tinggi dan UMGC tak pernah pudar dari hati Jack. Buktinya saat karier militernya mapan, dia aktif mendukung program-program pengembangan UMGC. Antara lain dengan membuka program beasiswa yang didanai sendiri, dengan nama Jack L & Symantha Milton Scholarship Fund.

“Sungguh kebahagiaan yang luar biasa bagi Jack, bahwa akhirnya dia bisa merayakan kelulusannya (wisuda di usia 100 tahun) bersama keluarga, seperti yang rencananya puluhan tahun lalu,” kata Presiden UMGC, Gregory Fowler kepada People.

“Tapi yang kita berikan ini bukan apa-apa dibanding dengan yang Jack lakukan untuk negara dan para mahasiswa kami. Yang banyak di antaranya, kini bertugas di angkatan bersenjata di seluruh dunia,” tambah Gregory. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here