Tega! Ibu di India Lempar Anak Kandung ke Sungai Penuh Buaya

Ilustrasi ibu di India tega melempar anak ke sungai penuh buaya. Foto: Dok. Bing,com
Ilustrasi ibu di India tega melempar anak ke sungai penuh buaya. Foto: Dok. Bing,com

Polisi di India telah menangkap sepasang ayah dan ibu yang diduga menjadi dalang kematian anak kandungnya berusia 6 tahun. Beberapa waktu lalu, aparat kepolisian menemukan jenazah seorang anak laki-laki yang tubuhnya telah dimakan sebagian oleh buaya.

Dilansir dari Hindustan Times dan The Times of India, Savitri Kumar dan suaminya Ravi Kumar ditangkap atas tuduhan pembunuhan anak kandungnya sendiri pada Sabtu (4/5) malam waktu Karnataka, India.

Anak laki-laki tersebut diidentifikasi bernama Vinod. Sejak lahir, Vinod memiliki gangguan pendengaran dan bicara, alias bisu tuli. Kabarnya, kondisinya itu yang diduga menjadi penyebab orang tuanya tega melempar Vinod ke sungai yang dipenuhi buaya.

| Baca Juga: Kisah Nyata Pembunuhan Dua Sejoli, Film Vina: Sebelum 7 Hari

Jenazah Vinod ditemukan telah dimakan sebagian. Sementara sisa tubuhnya ditemukan di dalam rahang buaya, setelah dilakukannya pencarian oleh polisi.

Dari keterangan polisi, Savitri dan Ravi sempat mengalami pertengkaran hebat, di mana Ravi menyalahkan istrinya karena memiliki anak yang cacat. Pertengkaran ini diduga sebagai pemicu Savitri tega melemparkan Vinod ke dalam sebuah kanal, yang terhubung ke sungai yang dipenuhi buaya.

Tetangga keduanya menjadi saksi mata peristiwa tragis itu. Mereka pun akhirnya melaporkannya ke polisi, dan pencarian singkat tubuh Vinod pun dilakukan. Sampai keesokan harinya, polisi menemukan tubuh anak 6 tahun itu sudah dipenuhi gigitan buaya, dengan kondisi satu tangannya hilang.

| Baca Juga: Tak Ada Unsur Pembunuhan, Hasil Autopsi Park Bo Ram

Polisi India menuduh Ravi telah melecehkan istrinya dan menuntutnya sebagai ibu untuk segera membuang anak kandungnya, karena cacat.

“Suami saya bertanggung jawab. Dia terus mengatakan biarkan (Vinod) mati,” ujar Savitri kepada para wartawan, menurut Outlook India.

“Jika suami saya terus mengulangi hal-hal seperti itu, berapa banyak penyiksaan yang dapat ditanggung oleh anak saya? Tapi dia terus berulang kali mengatakan kepada saya untuk membiarkan anak saya mati,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here