Pertama Kali, Arab Saudi Gelar Fashion Show Baju Renang

Arab Saudi menggelar Fashion Show dengan menampilkan serangkaian koleksi baju renang. Foto : Instagram/redseafw
Arab Saudi menggelar Fashion Show dengan menampilkan serangkaian koleksi baju renang. Foto : Instagram/redseafw

Untuk pertama kalinya, Arab Saudi menggelar Fashion Show dengan menampilkan serangkaian koleksi baju renang. Peragaan busana ini digelar di St. Regis Sea Resort, Ummahat Island pada 16-18 Mei 2024.

Resor ini merupakan bagian dari Red Sea Global, salah satu mega proyek yang menjadi inti program reformasi sosial dan ekonomi Visi 2030 Arab Saudi.

Hal ini menjadi momentum bersejarah pasalnya kurang dari satu dekade lalu, perempuan di sana diharuskan mengenakan jubah abaya yang menutupi tubuh. Acara yang digelar di tepi kolam renang ini menampilkan desain dari desainer EAU asal Maroko, Yasmina Qanzal.

| Baca Juga: Celana Jeans Motif Ompol Laris Terjual, Jadi Tren Fashion?

Qanzal memahami bahwa fashion show baju renang Arab Saudi bisa jadi momen bersejarah di negara tersebut. “Memang benar negara ini sangat konservatif. Namun kami mencoba menampilkan pakaian renang elegan yang mewakili dunia Arab,” kata Qanzal dilansir dari AFP,  Senin (20/5/2024).

“Ketika datang ke sini, kami memahami bahwa peragaan baju renang di Arab Saudi adalah momen bersejarah. Ini adalah pertama kalinya kami mengadakan acara seperti ini,” lanjutnya.

Foto : EAU

Dikutip Arab News, rangkaian pameran fashion ini diawali dengan busana one-piece dengan potongan kerah V dan off-shoulder. Koleksi ini didominasi dengan warna royal blue, mustard yellow, hunter green, dan maroon reds yang bernuansa musim gugur.

| Baca Juga: Gaun Unik Met Gala 2024, Mulai Kostum Serangga Hingga Baju Pasir

Foto : Sarah Altwaim.

Kemudian Sara Altwaim, butik yang berpusat di Jeddah, tampil berikutnya. Mereka membawa koleksi yang terdiri dari sejumlah gaun berenda dengan sifon putih. Masing-masing gaun diberi sentuhan mutiara manik halus, dengan potongan berlapis dan permainan jenis kain yang membuat tema bawah air mereka semakin kental.

Sejak tahun 2017, Arab Saudi telah memperkenalkan serangkaian reformasi sosial yang dramatis untuk melunakkan citranya yang kaku dan keras. Di mana dalam sejarahnya Arab Saudi dipengaruhi oleh Islam yang ketat, Wahabisme.

Influencer Suriah Shouq Mohammad mencatat bahwa acara ini sejalan dengan upaya Arab Saudi untuk membuka diri terhadap dunia dan mengembangkan sektor fashion dan pariwisata.

Menurut laporan Komisi Mode Saudi pada tahun 2022, industri fashion menyumbang $12,5 miliar, atau 1,4% dari PDB nasional, dan mempekerjakan 230.000 orang. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here