Faida Ufaira, Lulusan Termuda FK Unair Kini Lanjut S-2 di London

Faida Ufaira (tengah), lulusan termuda FK Unair yang baru saja dilantik sumpah dokter. (Foto: Dok. Ira)
Faida Ufaira (tengah), lulusan termuda FK Unair yang baru saja dilantik sumpah dokter. (Foto: Dok. Ira)

Pencapaian luar biasa diraih Faida Ufaira Prameswari. Selain menjadi lulusan termuda Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), ia juga sukses diterima untuk melanjutkan pendidikan S-2 di kampus luar negeri, yakni Imperial College London, Inggris.

Perempuan berusia 21 tahun itu diterima lewat jalur beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Faida Ufaira baru saja dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Dokter Muda pada Rabu (15/5/2024) lalu.

Diketahui, Faida Ufaira sudah menjadi mahasiswa kedokteran Unair sejak umur 15 tahun. Kala itu dia menjadi calon mahasiswa termuda yang diterima pada jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Ira, sapaan akrabnya, menceritakan perjalanannya bisa menjadi mahasiswa termuda, salah satunya karena ia menempuh pendidikan akselerasi sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Akhir (SMA).

| Baca Juga: Veteran Perang Dunia II Akhirnya Wisuda di Usia 100 Tahun

Sehingga masing-masing jenjang pendidikan tersebut ia tempuh lebih cepat setahun dari sekolah pada umumnya. Perempuan asal Kecamatan Krian, Sidoarjo ini membeberkan alasannya itu.

“Karena pengen mencoba aja sih. Bisa mencapai lulus SMA di usia lima belas tahun dan akhirnya bisa keterima di FK Unair dengan usia muda karena aku SMP dan SMA ikut program akselerasi,” bebernya.

“Waktu SMP itu enggak tahu program akselerasi seperti apa, yaudah kita coba dulu aja siapa tahu ini jalan yang terbaik dan ternyata aku bisa nyelesaiin SMP dua tahun, SMA juga dua tahun,” lanjut Ira.

Profesi dokter memang sudah menjadi cita-citanya sejak kecil, terlebih kedua orang tuanya berprofesi sebagai dokter. Ayah bernama dr. Fahmi Muhammad, Sp.B, dan ibunya, dr. Farida Anwari. Oleh sebab itu ia selalu gigih belajar, apalagi saat mendekati persiapan ujian tes masuk FK Unair.

“Apalagi mendekati persiapan SBMPTN tuh aku benar-benar enggak ada namanya santai-santai, enggak ada namanya main game, enggak ada namanya ikut nonton konser. Itu semua aku skip buat belajar aja seharian,” ujar lulusan Termuda FK Unair angkatan 2018 ini.

| Baca Juga: Inspiratif, Wisudawan Penyandang Tunarungu Raih Cumlaude

Ingin Buktikan Kemampuan

LULUSAN TERMUDA: Faida Ufaira usai dilantik sumpah dokter. (Foto: Dok. Ira)
LULUSAN TERMUDA: Faida Ufaira usai dilantik sumpah dokter. (Foto: Dok. Ira)

Perempuan kelahiran 31 januari 2003 ini bersyukur banyak orang di sekitar yang mendukungnya, terutama kedua orang tua.

“Terus waktu di kedokteran pun teman-teman sangat carefull banget, mereka pasti mendukung aku buat kita sama-sama bisa lulus bareng tepat waktu itu, jadi akhirnya aku bisa lolos tanpa ada mengulang-ulang sama sekali jadi kayak benar-benar tepat waktu gitu,” ucapnya.

Meski demikian, ada beberapa orang di sekitar yang meremehkannya. Hal inilah yang membuatnya semakin termotivasi untuk membuktikan bahwa dirinya bisa.

“Tapi ya memang ada beberapa influence yang enggak baik. Waktu aku SD, SMP, SMA itu ada beberapa orang yang enggak percaya sama aku dan malah ngeremehin aku, orang seperti itu malah jadi dorongan buat aku karena aku ingin buktiin ke mereka kalau aku bisa. Nggak sesuai sama apa yang mereka remehkan bahkan ada beberapa guru aku kayak ngeremehin aku waktu aku SMP dan SMA,” ungkap wanita yang hobby olahraga ini.

| Baca Juga: Pesona Ganteng Sena, Putra Sulung Narji yang Viral Waktu Wisuda

Ira sendiri seringkali membuat daftar perencanaan atau target yang ingin dicapai. Ini dilakukannya untuk meningkatkan produktivitas.

“Jadi misalnya pencapaian kayak tahun tahun ini aku ingin ngapain, bulan ini aku ingin apa, bulan depan ngapain. Jadi benar-benar sangat terorganisir karena kalau enggak kayak gitu belakangan kelewatan banget sih,” jelasnya.

Usai menuntaskan S-2 nya, Ira berencana akan melanjutkan pendidikan dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK) atau dikenal juga dengan spesialis dermatovenereologi (Sp.DV).

Hal ini akan menunjang kariernya di dunia kedokteran. Terlebih dunia kedokteran saat ini dikatakannya sangat kompetitif.

“Kedokteran ini sangat kompetitif apalagi sekarang banyak universitas yang membuka fakultas kedokteran baru. Jadinya semakin banyak untuk bisa terus mengembangkan diri,” ujarnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here