Terungkap, Pelecehan Mental yang Dialami Mantan Miss USA 2023

Noelia Voigt adalah wanita Venezuela-Amerika pertama yang memenangkan Miss USA 2023. (Foto: Getty/Fox)
Noelia Voigt adalah wanita Venezuela-Amerika pertama yang memenangkan Miss USA 2023. (Foto: Getty/Fox)

Beberapa pekan lalu Miss USA 2023, Noelia Voigt mengundurkan diri dari gelarnya karena masalah kesehatan mental setelah mendapatkan perlakuan yang tidak pantas selama berada di lingkungan organisasi Miss USA tersebut.

Voigt harus undur diri, melepaskan mahkotanya. Mantan Miss USA 2023 itu pernah menjadi sasaran rayuan yang tidak pantas oleh pengemudi mobil yang ia tumpangi selama parade Natal di Florida. Hal ini dikatakan oleh narasumber yang tak ingin disebutkan namanya, kepada The Independent.

Lingkungan kontes kecantikan di Amerika Serikat (AS) disebut toxic. Padahal Miss USA sudah diadakan setiap tahun sejak tahun 1952. Pemenangnya memegang gelar tersebut selama 12 bulan, mengambil bagian dalam acara media dan filantropis, dan meningkatkan kesadaran tentang tujuan yang dipilihnya. Pemenang juga menjadi perwakilan Amerika untuk kontes tahunan Miss Universe.

| Baca Juga: Dua Miss USA Undur Diri, Kontroversi Kontes Kecantikan di AS

Insiden yang dialami mantan Miss USA 2023 itu terjadi saat parade Natal Desember lalu di Sarasota, Florida. Voigt sedang bepergian di kursi belakang mobil.

Claudia Michelle, mantan direktur media sosial Miss USA sekaligus teman Voigt, mengatakan bahwa selama perjalanan, si sopir yang merupakan pria lanjut usia, mulai melakukan tindakan yang sangat tidak pantas kepada Voigt.

Sopir itu tiba-tiba menginginkan hubungan dengan ratu kecantikan. Hal ini lah yang membuat Voigt tidak nyaman. “Dia (Voigt) benar-benar tidak bisa menghindarinya. Apa yang akan dia lakukan, keluar dari mobil dan pergi di tengah parade? (Tidak bisa) Dia terjebak,” kata Michelle.

Bersyukur, insiden di Sarasota itu dapat diatasi meskipun kekhawatiran telah dikemukakan sebelumnya oleh Voigt dan keluarganya.

“Tapi disayangkan, Presiden Miss USA Laylah Rose yang memiliki lisensi perusahaan yang berada di bawah payung Organisasi Miss Universe, justru tidak memberikan dukungan (keamanan) kepada Voigt yang seharusnya diterima oleh pemegang gelar,” ujarnya.

“(Ms Rose) tidak memiliki dana untuk menjalankannya (organisasi Miss USA). Ini sangat jelas dan sederhana,” imbuhnya.

| Baca Juga: Lompat dari Gedung Tinggi, Miss USA 2019 Cheslie Kryst Meninggal di Usia 30

Menurut dia, Voigt seharusnya bepergian dengan pengawal setiap saat. Realitanya, tidak ada cukup staf untuk membantunya selama empat bulan pertama usai resmi memegang gelar Miss USA.

“Miss USA harus dibuatkan agenda. Sibuk menghadiri semua acara penting. Acara filantropis, acara red carpet. Apapun itu,” tutur Michelle.

Sebaliknya, lanjut dia, Voigt lebih banyak berada di apartemen kampus pacarnya di Tuscaloosa, Alabama, dan rumah keluarganya di Sarasota, Florida, karena tidak ada bantuan yang diberikan dari pihak organisasi kontes kecantikan. Harusnya Miss USA diperlakukan seperti ‘selebriti’.

Sementara itu, Barbara Sravistava, ibu dari Miss Teen USA 2023, UmaSofia Sravistava, yang mengundurkan diri tak lama setelah Voigt, turut menyuarakan kekecewaannya terhadap penyelenggara kontes kecantikan di AS.

| Baca Juga: Begini Nasib Fabienne Nicole, Usai Lisensi Miss Universe Indonesia Dicabut

Barbara mengatakan kepada The Independent bahwa dua Ratu Kecantikan USA 2023 menderita ‘pelecehan mental’ yang dilakukan oleh Rose. “Wanita itu menyiksa mereka setiap hari dan mengancam mereka,” katanya.

Baik Barbara maupun Michelle, keduanya ingin Rose mengundurkan diri sebagai presiden Miss USA. Hingga berita ini ditayangkan, The Independent sudah berupaya menghubungi Rose dan pihak organisasi Miss USA. Tapi belum ada jawaban.

Di sisi lain, dalam sebuah pernyataan kepada Good Morning America dari ABC News , perwakilan dari Organisasi Miss USA mengatakan, “Kami berkomitmen untuk membina lingkungan yang sehat, komunikatif dan suportif bagi semua kontestan, pemegang gelar negara bagian, pemegang gelar nasional, dan staf.”

Selengkapnya baca Tabloid Nyata Print Edisi III, Mei 2024, halaman 10.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here