Saroo Brierley menjalani kehidupan yang cukup menyenangkan. Pemuda keturunan India ini dibesarkan di Tasmania, Australia, oleh orang tua angkat yang sangat menyayanginya. Ia sendiri cukup cerdas, berkuliah di Melbourne dan bertemu dengan Lucy, kekasihnya. Tapi suatu hari, aroma jalebi—cemilan manis khas India—mengingatkan kembali kepada masa kecil yang sempat dilupakannya, jauh di tanah kelahirannya. Begitulah peran Dev Patel dalam Lion, salah satu film nominasi piala Oscar tahun ini.

Film Lion diadaptasi dari A Long Way Home, buku otobiografi Saroo yang lahir dengan nama Sheru Munshi Khan. Berasal dari keluarga miskin, suatu hari ia terpisah dengan kakaknya, lalu jadi anak jalanan. Sebatang kara di lingkungan yang keras dalam usia lima tahun, Saroo jadi satu dari segelintir anak-anak yang kemudian beruntung dientas dalam program adopsi.

Pengalaman di jalanan yang mengerikan—bagi anak sekecil itu—jadi fokus utama film Lion. Jadi, anak jalanan di India berarti bahaya mengintai di manapun. Ketika tidur di jalan, saat menerima pertolongan seseorang, bahkan dalam panti asuhan milik pemerintah. Salah satu adegan menyentuh ketika para anak-anak di panti menyanyi bersama dengan muram.

Bisa dimengerti bahwa setelah mendapatkan kehidupan baru di belahan dunia lain, Saroo jadi lupa pengalaman traumatis tersebut. Usaha melacak kembali keluarganya jadi bagian berikutnya dalam film ini. Akhir kisah sesungguhnya pernah jadi berita besar di Australia dan India pada awal 2000an.

Keakraban Saroo kecil dengan Guddu, kakaknya.

Porsi peran Sunny Pawar sebagai Saroo kecil tak kalah menonjol dibandingkan Dev Patel yang jadi Saroo dewasa. Patel sendiri masuk nominasi Oscar sebagai Aktor Pendukung Terbaik. Ia ditemani oleh Nicole Kidman, yang berperan apik sebagai ibu angkat Saroo, dalam kategori Aktris Pendukung Terbaik. Selain itu, film Lion ikut bersaing dalam kategori Naskah Adaptasi Terbaik dan—yang paling bergengsi—kategori Film Terbaik.

Film Lion melanjutkan rangkaian panjang ketertarikan masyarakat Barat kepada India. Sudah berulang kali kehidupan berbagai kalangan India diangkat jadi film Hollywood. Sebut saja, City of Joy (1992) yang dibintangi oleh Patrick Swayze, Monsoon Wedding (2001) yang menampilkan drama khas India dalam standar penceritaan Hollywood, Outsourced (2006) tentang kehidupan pekerja muda kontemporer, hingga Life of Pi (2012) dengan kisah yang surealis dan spektakuler tempo hari.

Adegan kehidupan Saroo kecil, anak-anak jalanan lainnya, serta latar sekitar kereta api mengingatkan kepada Daun di Atas Bantal, film garapan Garin Nugroho yang dibintangi oleh Christine Hakim, yang dirilis hampir dua dekade silam. Sedangkan adegan manis khas India bisa dilihat ketika Saroo sedang saling menggoda dengan Lucy, yang diperankan oleh Rooney Mara.

Tidak hanya mengekspos kemuraman, film Lion juga banyak menampilkan cinta. Hubungan antara Saroo, kakaknya, dan ibunya, jadi potret bagaimana cinta jadi modal menghadapi kesulitan hidup. Tokoh Lucy jadi cinta yang mencoba menghibur Saroo dewasa dalam kegelisahannya. Serta tentu saja Tuan dan Nyonya Brierley yang berhati mulia. Film ini mengetuk hati masyarakat Barat untuk mengikuti jejak suami-istri Australia ini menolong anak-anak telantar yang menderita di negara-negara dunia ketiga. (*)

Review film lainnya:

A Copy of My Mind

Ada Apa dengan Cinta? 2

Tiga Dara (versi 1956)

Ini Kisah Tiga Dara

Athirah