Inspirasi Michelle Tjokrosaputo Di Balik Kombinasi Batik Lurik Mendunia

0
54
Foto: Why/Nyata

Desainer muda Michelle Tjokrosaputro menelurkan karya terbarunya bertajuk ‘Arung’, yang merupakan hasil kolaborasi Bateeq dengan nuansa kain lurik asal Klaten.

Karyanya pun sudah melanglang buana dan telah mengisi pentas di London Fashion Week Autumn/Winter, Februari lalu. Diakui Michelle, ketertarikan membidik batik sebagai passion-nya, tidak lain karena ingin berbeda dengan fashion desainer kebanyakan.

Baca juga: Ketika Marsha Timothy Diminta jadi Penyanyi Dadakan

”Saya ingin berbeda dari desainer lainnya. Mengapa batik karena kalau memilih bahan polos saja itu sudah banyak. Baju impor ternyata harganya lebih terjangkau dibanding kita yang buat di sini. Saya juga kalau jadi customer pasti berfikiran seperti itu. Jadilah batik sekaligus mengangkat karya warisan budaya Indonesia,” pungkasnya.

Di balik alasan Michelle kombinasikan Bateeq dengan kain lurik ternyata ada kisah yang menyentuh. Saat mencari inspirasi, Michelle terinspirasi dengan pengrajin kain lurik asal Klaten, Jawa Tengah.

”Nggak sengaja waktu jalan-jalan ke Klaten lihat pengarjin kain lurik. Mereka adalah para lansia yang masih membuat kain lurik dengan alat yang sederhana. Dari situ saya berfikir kenapa nggak kita pakai kain lurik, sekalian mengangkat kesejahteraan mereka juga,” aku Michelle.

Baca juga: 4 Seleb Korea ini Bagikan Rahasia Diet Super Ampuh

Inspirasi inilah yang Michelle bawa ke meja kerjanya. Bersama timnya, ia lantas mengkombinasikan Bateeq dengan potongan kain lurik beragam bentuk.

”Semoga kombinasi Bateeq dan kain lurik ini menambah pilihan fashion bagi anak muda. Jadi batik tidak hanya untuk dipakai acara formal tapi bisa dipakai untuk hari-hari yang casual. Bateeq memudahkan pilihan bagi anak muda agar tidak terpaksa mengenakan batik yang dinilai terlalu resmi,” tambahnya lagi. (*/rez)