Yuk, Coba Nikmati Hidangan ala Rijsttafel! Unik Banget, loh.

0
352
Djaman Doeloe resto
Foto: Istimewa

Ingin punya pengalaman unik dan berbeda saat menikmati hidangan? Mungkin Anda perlu mencoba konsep rijsttafel.

Secara harfiah, rijsttafel memiliki arti meja makan. Namun sebenarnya rijsttafel merupakan konsep penyajian makanan khas Eropa, yang menampilkan hidangan khas Nusantara. Konsep itu diterapkan pada zaman Kolonial Belanda.

| Baca juga: Chocotrenz 2019 Jadi Inspirasi Tren Pastry dan Bakery Kekinian

Nah, kini Four Points by Sheraton Surabaya, Pakuwon Indah, menghadirkan konsep itu di Djaman Doeloe Resto & Bar. Variasi makanan ala rijsttafel di Djaman Doeloe Resto & Bar dibuat selalu berbeda setiap bulannya.

Menu makanan diambil dari masakan khas berbagai daerah di Indonesia. Misalnya, bulan ini mengusung konsep Surabaya Rijsttafel, dengan menghadirkan menu Rujak Cingur, Rawon, Pitik Bumbu Adun dan hidangan khas lainnya.

Sesuai nama restonya, makanan tersaji dalam replika peralatan makan khas zaman dulu. Yang unik, peralatan tersebut rata-rata dibuat dari keramik. Meski begitu, kesan tradisional tetap melekat, dengan adanya lembaran daun pisang sebagai pelengkap wadah saji.

| Baca juga: Maknyus! 10 Masakan Yuanita Christiani Untuk Suami

Tiap tamu dilayani secara perseorangan oleh pramu saji. Mereka berbaris, dengan masing-masing membawa sepiring Rujak Cingur yang akan disajikan untuk tamu. Unik kan.

Djaman Doeloe resto
Foto: Catur/Nyata

Kangkung, kubis, kacang panjang, mangga muda serta potongan cingur yang empuk tapi tetap bertekstur, ditata rapi di piring. Kemudian disiram campuran bumbu kacang dan petis yang khas. Menu itu jadi pembuka santapan yang benar-benar menggugah selera.

Djaman Doeloe resto
Foto: Catur/Nyata

Hidangan berikutnya terasa pas dinikmati saat musim penghujan seperti sekarang ini. Apalagi kalau bukan makanan yang hangat dan berkuah.

| Baca juga: 12 Inspirasi Bekal Lucu dan Menarik Ala Sarwendah

Kehangatan kuah Rawon tersaji dalam kuali mini berbahan keramik. Aroma kluwak yang khas, potongan daging yang empuk, serta bumbu dan kaldu yang meresap jadi satu, dijamin akan membuat selera makan bertambah.

Djaman Doeloe resto
Foto: Catur/Nyata

Selanjutnya, pelayan akan mengambil alat makan yang telah digunakan, dan menggantinya dengan yang baru. Ini berlangsung setiap kali tamu selesai menyantap satu hidangan.

Djaman Doeloe resto
Foto: Catur/Nyata

Tibalah saatnya hidangan utama disajikan. Di sini masing-masing pelayan memiliki perannya. Ada yang membawa nasi, sayuran dan macam-macam lauk.

Tamu dilayani bak Raja dan Ratu. Para pelayan berbaris dan secara bergantian mengambilkan nasi dan lauk yang dibawanya, sesuai porsi yang diinginkan oleh tamu.

Djaman Doeloe resto
Foto: Catur/Nyata

Ada Pitik Bumbu Adun dengan paduan rasa yang begitu kaya, dan pedas yang pas. Juga potongan daging yang empuk, dengan rasa manis, gurih dan legit. Selain itu, ada cumi hitam dan tahu bumbu kuning, yang membuat hidangan utama ini makin spesial.

Djaman Doeloe resto
Foto: Catur/Nyata

Tak ketinggalan sayur nangka muda dan aneka sambal, yang mana sudah jadi kegemaran kebanyakan orang Indonesia untuk menyantap makanan-makanan pedas.

Djaman Doeloe resto
Foto: Catur/Nyata

Hidangan ditutup dengan manis oleh jajanan Serabi. Aroma harum dari pandan dan legit dari buah nangka, dijamin makin menggugah selera. Tekstur lembut dari jajanan berbahan dasar tepung beras ini, bercampur dengan kuah santan kelapa dan gula pasir. Membuatnya memiliki cita rasa yang gurih, manis dan legit.

Djaman Doeloe resto
Foto: Catur/Nyata

Konsep Rijsttafel di Djaman Doeloe Resto & Bar,  hadir dengan tiga macam paket, yaitu untuk empat orang, enam orang dan delapan orang, dengan tambahan item yang berbeda setiap paketnya.

“Kami berkomitmen untuk memberikan sebuah pengalaman menyantap makanan yang berbeda untuk tamu kami. Salah satunya melalui rijsttafel, kami bisa menyajikan hidangan Nusantara dengan memberikan pengalaman menyantap makanan seperti saat era kolonial Belanda,” kata  Complex General Manager Four Points by Sheraton Surabaya, Pakuwon Indah dan The Westin Surabaya, Alamsyah Jo. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here