Charlize Theron dan aktris legendaris Shirley MacLaine membaca nama The Salesman sebagai pemenang kategori Film Berbahasa Asing Terbaik dalam ajang anugerah Oscar pagi tadi (atau malam waktu Amerika). Tapi, Asghar Farhadi sang sutradara tidak naik ke atas panggung. Sebagai gantinya muncullah Anousheh Ansari, yang dikenal sebagai perempuan pertama yang jadi turis angkasa luar.

Dalam ajang Academy Award ke-68 tahun ini, kategori Film Berbahasa Asing Terbaik mendadak jadi sorotan. Salah satu nominatornya adalah The Salesman, film buatan Iran. Sutradara Asghar Farhadi sudah pernah naik panggung jawara Oscar pada 2012 untuk kategori yang sama, lewat film berjudul A Separation. Jika tahun ini menang lagi, Farhadi akan masuk jajaran terhormat segelintir sutradara mancanegara yang menang kategori tersebut lebih dari sekali. Dan ternyata Farhadi memang berhasil.

Baca juga: 7 Gaun Red Carpet Oscar yang Terlalu Indah Untuk Tidak Diberi Piala Sendiri

Masalahnya, Januari lalu Donald Trump dilantik jadi presiden baru Amerika Serikat. Salah satu kebijakan kontroversialnya adalah melarang datangnya warga dari sejumlah negara tertentu, termasuk Iran. Aturan yang bertentangan dengan semangat Amerika yang menghargai kaum imigran ini dapat protes keras di dalam dan luar negeri.

Baca juga: Fakta Unik Tentang Patung Oscar yang Menyimpan Sejarah Besar

Farhadi mengarahkan Alidoosti dalam syuting film The Salesman.

Asghar Farhadi terkena getahnya. Sebagai warga negara Iran, ia jadi kesulitan datang lagi ke Amerika. Ia kemudian ambil sikap sekalian menolak datang ke acara Oscar, meski seandainya pemerintahan Trump memberikan pengecualian kepadanya. Ia tidak sendirian. Para kru lain film The Salesman—termasuk aktris utama Taraneh Alidoosti—juga memilih tidak berangkat.

Pihak Academy sejalan dengan kebanyakan pekerja Hollywood yang tidak suka kepada Presiden Trump. Mereka memaklumi sikap Asghar Farhadi dan rekan-rekannya. Kita bisa lihat kursi untuk mereka sengaja dikosongkan, tidak diganti oleh orang lain. Mereka juga mengizinkan orang lain mewakili Farhadi, serta membacakan pesan dari sang sutradara.

Baca juga: Mengenal Mahershala Ali, Aktor Muslim Pertama yang Menjadi Pemenang Piala Oscar

Yang terpilih mewakili adalah Firouz Naderi dan Anousheh Ansari, keduanya warga Amerika asal Iran. Sebelum pensiun tahun lalu, Naderi selama tiga dekade memegang jabatan penting di NASA, lembaga antariksa Amerika. Ini jabatan yang sangat strategis, karena teknologi roket ruang angkasa pada dasarnya serupa dengan teknologi yang digunakan oleh rudal antarbenua.

Baca juga: Red Carpet Oscar 2017 yang Fenomenal

Sedangkan Anousheh Ansari, sebagaimana disebutkan di atas, adalah perempuan pertama yang jadi turis antariksa. Sehari-hari, Ansari adalah pengusaha papan atas di bilang telekomunikasi. Ia kemudian membeli tiket (dengan harga sangat mahal), menjalani latihan yang cukup berat, untuk ikut ekspedisi angkasa luar bersama para astronot profesional pada 2006. Sebelum ia, baru ada tiga laki-laki yang jadi turis istimewa seperti itu.

Anousheh Ansari melayang di stasiun antariksa ISS.

Kehadiran Naderi dan Ansari membawa pesan tersirat, terutama kepada rejim Trump, bahwa orang Iran telah jadi bagian tak terpisahkan dari peradaban bangsa Amerika Serikat. Lebih menohok lagi ketika Ansari di atas panggung membacakan surat dari Asghar Farhadi, yang isinya berikut ini:

It’s a great honor to be receiving this valuable award for the second time. I would like to thank the members of the Academy, my crew in Iran, my producer Alexandre Mallet-Guy, Cohen Media, Amazon and my fellow nominees for the foreign film category.

 I’m sorry I’m not with you tonight. My absence is out of respect for people of my country and those of other six nations whom have been disrespected by the inhumane law that bans entry of immigrants to the U.S. Dividing the world into the us and the enemy categories creates fear, a deceitful justification for regression and war. These wars prevent democracy and human rights in countries in which have themselves have been victims of aggression.

 Filmmakers can turn their cameras to capture shared human qualities and break stereotypes of various nationalities and religions. They create empathy between us and others. An empathy we need today more than ever.

Ketika Ansari menyebut kata “inhumane law”—hukum yang tidak manusiawi—seisi Dolby Theater, tempat berlangsungnya acara, langsung bertepuk tangan riuh. Meski penghargaan yang diperoleh The Salesman cuma satu kategori, Asghar Farhadi sebenarnya menang dua kali tadi pagi. (*)