Perfect Dream, sebuah film yang dibintangi Wulan Guritno bakal dirilis akhir Maret. Di film produksi East Java Films & Empat Sisi Production itu, Wulan Guritno dalam Perfect Dream memerankan tokoh Lisa, sosialita dari Surabaya. Oleh orangtuanya, Marcell Himawan, Lisa digadang-gadang untuk meneruskan bisnisnya. Namun Lisa menolaknya. Dibyo (Ferry Salim), pemuda yang awalnya seorang mafia berhasil membuat kerajaan bisnis keluarga Marcell semakin besar setelah menikahi Lisa. Di sisi lain, Dibyo memiliki banyak obsesi yang bisa merusak keutuhan rumah tangganya dengan Lisa.

”Jadi di sini lengkap ceritanya. Ada drama, ada action, ada skandal dan konspirasinya. Jadi seru lah,” tambah Wulan. Salah satu nilai edukasi yang bisa diambil dari film Perfect Dream adalah toleransi antar agama. Dalam film tersebut, Wulan berperan sebagai Lisa, wanita beragama Nasrani. Dari 3 anaknya bersama Dibyo (Ferry Salim), anak keduanya, Annisa
memilih Islam taat dan berhijab.

Baca juga: Kembali Berperan di Ayat-Ayat Cinta 2, Fedi Nuril Tidak Masalah Labeli Poligami

Wulan berharap film tersebut menjadi gambaran sebenarnya toleransi antara umat beragama di Indonesia. ”Film itu mengangkat indahnya keragaman beragama yang saat ini tetap terjaga. Selama syuting aku masuk gereja, ngobrol sama pastur dan tahu ibadah mereka seperti itu,” jelas Wulan. Apa yang dialami Lisa soal agama juga dialami Wulan. ”Keluarga papaku di Solo banyak beragama Islam, dan keluarga mamaku di Inggris semuanya beragama Kristen,” cerita Wulan. *noe/ sos

Berperan sebagai sosialita, banyak penggemar menyangka bahwa Wulan Guritno memerankan dirinya sendiri, tapi Wulan justru membantah. Seperti apa sosialita menurut Wulan? Bagaimana juga Wulan menyeimbangkan antara syuting film ini di Surabaya dengan bisnisnya di Jakarta? Baca ulasannya di Tabloid Nyata edisi 2385 terbit tanggal 18 Maret 2017.