Sekilas tak ada yang berbeda dari sekumpulan wanita yang Nyata temui di sebuah showroom motor di Surabaya, Kamis (4/5) lalu. Wajah mereka cantik terpoles makeup, lengkap dengan rok, dan hijab. Sesuatu yang menarik baru tampak saat melihat kendaraan yang mereka gunakan untuk sampai ke showroom. Motor sport berbagai ukuran dan merk menjadi andalan mereka dalam berkendara di jalan. Alih-alih membicarakan tentang tren make up, busana, atau gosip selebritis, obrolan mereka justru dipenuhi oleh informasi motor keluaran terbaru, ide modifikasi motor, hingga membandingkan spesifikasi antar motor. Mereka adalah S’MOC (Sexy MotoLady Community), komunitas wanita pecinta motor sport pertama di Jawa Timur. Meski baru terbentuk pada awal tahun 2017, para anggotanya bukan orang baru di komunitas motor sport.

Komunitas tersebut berawal dari ide untuk mengumpulkan wanita-wanita yang tergabung di berbagai komunitas motor sport di Jawa Timur. Saat seluruh komunitas motor sport di Jatim mengadakan acara bersama-sama, sehingga wanita-wanita yang masih dianggap kaum minoritas di komunitas motor dapat saling bertemu dan mulai menemukan kecocokan satu sama lain. ”Awal mulanya sering ngumpul dari gathering itu, terus pas Desember 2016 kita ngumpul pertama ya itu cuma ngumpul sama usul ide buat bikin komunitas sendiri,” ujar Yeni Yuliati, ketua S’MOC. Ide untuk membuat komunitas baru terealisasikan di bulan berikutnya, bertepatan dengan peluncuran motor sport tipe baru dari salah satu produsen asal Jepang yang kini menaungi mereka.

”Januari kebetulan ada launching motor, yang datang klub Jatim sekitar tiga ratus orang. Kita berdua belas muncul udah make seragam S’MOC,” terang Yeni yang berprofesi sebagai dosen ilmu keperawatan tersebut. Aksi mereka langsung mencuri perhatian semua orang yang datang. Tak puas dengan satu gebrakan, di bulan berikutnya mereka kembali mengulangi aksinya di sebuah acara kumpul antar komunitas. ”Februari awal kita ikut gathering di Pandaan, kemunculan kita itu jadi kayak bintang tamu, bikin semua kaget dan kita dapat kesempatan naik ke panggung waktu itu,” ucap Henny Puspa, salah satu anggota S’MOC. ”Cewek biasa dipandang cuma bisa buat boncengan, tapi kita di sini nunjukin gak begitulah, kita sama-sama strong kok,” imbuh Henny dengan bersemangat.

Gara-gara Salah Bicara, Mendirikan Sekolah Gratis di Kota Batu Gara-gara salah bicara, seorang pria asal Surabaya mendirikan Sekolah gratis di kota … [Read More]

”Kita ini gak pengen dianggap arogan karena make moge, tapi nunjukin kegiatan kita positif. Kita juga gak liar, karena ada pendampingan dari suami, gak asal nongkrong sama main gitu,” jelas Henny. Bisa mengendarai motor sport dengan baik adalah salah satu pertimbangan S’MOC dalam menerima anggota. Surat ijin mengemudi dan surat kepemilikan kendaraan lengkap harus dikantongi oleh calon anggotanya. ”Untuk masuk ke S’MOC itu kita kasih peraturan. Kita gak mau asal menerima tapi nantinya malah membuat nama komunitas tercoreng,” kata Yeni tegas.

Komunitas hobi seperti S’MOC nyatanya juga memiliki misi sosial yang mulia. Tak jarang mereka melakukan bakti sosial di panti asuhan, donasi dikumpulkan dari sumbangan sukarela tiap anggotanya. Selain kegiatan sosial, ada juga kegiatan lain yang mereka buat, seperti pada peringatan Hari Kartini lalu. Kegiatan tersebut dibuat untuk menunjukkan bahwa emansipasi wanita juga dapat diterapkan dalam memilih hobi. ”April kemarin kita upacara di Tugu Pahlawan, nyanyi Ibu Kita Kartini gitu,” cerita Yeni. *dew/adi/fel

Suryani (Anggota tertua S’MOC) dan anaknya Dyah Agustina Pratiwi

Bagaimana dengan suami-suami mereka? Dan apakah dukungan tetap mengalir
dari keluarga para lady bikers ini? Baca kisah S’MOC Sexy Motolady Community di Tabloid Nyata edisi 2392 terbit tanggal 6 Mei 2017

S'MOC Sexy Motolady Community