Si Kecil Demam Waktu Puasa? Atasi dengan Cara Ini

0
152
Tips atasi demam anak saat puasa
Foto: Healthy Essentials

Kebahagiaan dan keindahan bulan Ramadhan sebentar lagi kita rasakan. Puasa selama sehari penuh, dilanjutkan dengan ibadah di malam harinya, akan jadi rutinitas baru yang menantang.

Bukan hanya bagi orang dewasa, bulan puasa juga disambut antusias oleh anak-anak. Bagaimana tidak? Jika biasanya mereka tak bisa bertemu dengan teman-temannya di malam hari, di bulan inilah mereka bisa bercengkerama bersama kawan, usai salat tarawih atau sebelum tadarus.

Baca juga: 5 Tips Traveling Seru dan Nyaman Bareng Anak

Pada kesempatan inilah, anak-anak biasanya bermain tanpa pengawasan orangtua, sehingga mereka bisa jajan sembarangan. Akibatnya, makanan yang tak terjamin kebersihannya itu bisa mengganggu kesehatan si kecil.

Ditambah lagi, kondisi lingkungan dan cuaca yang tak menentu, semakin mendukung munculnya berbagai penyakit. Beberapa di antaranya adalah flu, diare dan infeksi saluran pernapasan.

Meningkatnya suhu tubuh (di atas suhu normal 37,5 derajat Celcius) umumnya jadi gejala dari penyakit tersebut. Gejala demam itu, jadi pertanda bahwa sistem imun atau kekebalan tubuh, tengah berusaha melawan infeksi.

Baca juga: Persiapan Tumbuh Kembang Anak ala Ibu Cerdas Zaman Now

Nah, ketika demam menyerang si kecil waktu puasa, pastinya menganggu ibadahnya. Terlebih, anak-anak biasanya tak mau membatalkan puasa dengan meminum obat.

Jangan khawatir, percayakan pada ByeBye-FEVER dengan hidrogel sejuk yang bekerja hingga 10 jam. Dengan menggunakan ByeBye-FEVER, anak akan merasa tetap nyaman tanpa membatalkan puasa. Karena ByeBye-Fever hanya digunakan di bagian luar tubuh, tanpa melewati saluran cerna. Cukup pakaikan ByeBye-FEVER di tengkuk atau kening si kecil.

Baca juga: Tips dan Trik Atasi Demam Pada Si Kecil Secara Maksimal

Akan tetapi apabila dalam waktu 24 jam demam si kecil tidak turun, beri pengertian kepada anak untuk membatalkan puasa. Segera beri obat penurun demam, pastikan tubuh terhidrasi dengan baik, atau konsultasikan ke dokter terdekat. (*)