Harvey Weinstein Ancam akan Bunuh Salma Hayek

0
6
Foto: Time Magazine

Kasus pelecehan seksual yang melibatkan produser film, Harvey Weinsten memang menjadi salah satu berita besar dari Hollywood beberapa bulan ini. Salma Hayek sebagai salah satu korban, menceritakan secara detail kasus tersebut kepada Oprah. Dalam pengakuannya, dia mengatakan bahwa Weinstein sempat mengancam akan membunuhnya.

Dalam wawancaranya bersama Oprah di Apollo Theater New York baru-baru ini, Salma mengatakan bahwa pelecehan tersebut terjadi setelah Harvey membeli film Frida (2002) yang dimainkannya. Hal tersebut pertama kali diungkapkannya dalam laman opini The New York Times.

Dalam pengakuannya, aktris 51 tahun tersebut mengatakan bahwa Harvey mengucapkan banyak sekali hal-hal buruk kepadanya. “Dia mengatakan kepadaku, ‘aku akan membunuhmu,’” ungkap Hayek.

Pada awalnya, aktris berdarah Arab Meksiko tersebut enggan mengungkap kejadian yang dialaminya itu. Dia merasa malu dan takut. Bahkan, dia tidak pernah menceritakan kepada suami ataupun teman-temannya.

Butuh waktu berbulan-bulan untuk aktris cantik ini menulis opini, yang pada akhirnya diterbitkan pada Desember tahun lalu. Dia merasa apa yang dilakukannya, bisa memberikan kekuatan kepada korban-korban lainnya.

Dia juga mengatakan bahwa para korban tidak seharusnya meminta maaf karena dilecehkan. Melainkan harus meluangkan waktu untuk membicarakannya, sehingga orang lain lebih peduli dan berpikiran terbuka terhadap hal tersebut.

Awalnya, Salma mengira hal itu hanya terjadi padanya. Namun ternyata, banyak sekali jumlah korban yang mengalami kejadian serupa, termasuk Uma Thurman.

Aktris berusia 47 tahun itu pada akhirnya mengungkap pelecehan seksual yang dilakukan oleh Weinstein. Dalam wawancaranya bersama The New York Times, dia mengatakan bahwa hal tersebut terjadi ketika mereka menggarap film Pulp Fiction tahun 1994 silam.

Berita ini muncul setelah aktris yang bermain dalam film Kill Bill ini, mengunggah sebuah foto dan caption di akun Instagram pribadinya, yang menggambarkan kemarahannya pada November tahun lalu.

Hingga saat ini jumlah korban pelecehan seksual Weinstein terus bertambah. Bahkan menurut media Marie Claire, jumlah korban sudah lebih dari 70 orang.