Ini yang Terjadi pada Tubuh Saat Kamu Benci Pekerjaanmu

0
101
tanda-stres-karena-pekerjaan
Foto: Huffington Post

Setiap orang pasti pernah mengalami hari yang buruk dalam pekerjaannya. Entah karena tugas yang diberikan, ataupun kondisi perusahaan. Ketidaknyamanan ini terkadang jadi penyebab stres, yang membuat kita benci pekerjaan tersebut.

Bukan sesuatu yang besar jika ini terjadi sesekali, tetapi apabila dirasakan terus menerus, kalian harus waspada. Stres karena pekerjaan bisa berdampak buruk pada fisik maupun mental.

Ada beberapa tanda yang diberikan oleh tubuh ketika kalian ada dalam kondisi ini. Apa saja? Let’s check this out!

1. Susah tidur

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Mitchell High School SLB (@studentleadershipbody) on

“Banyak orang melaporkan kalau mereka susah tidur karena pikiran mereka terus berpacu, atau mereka tidur tapi tidak bisa tenang. Mereka akan terbangun tengah malam, dan memikirkan target pekerjaannya,” kata Psikolog asal Maryland, Dr. Monique Reynolds.

Baca juga: Say Yes to kelor! Karena Manfaatnya Luar Biasa untuk Kesehatan

Perempuan yang jadi bagian dari Center for Anxiety and Behavior Change itu mengatakan, jika gangguan ini terjadi berkelanjutan bisa memberikan efek buruk.

“Jika ini terjadi secara konsisten akibat pekerjaan, itu adalah pertanda kalau ada yang tidak seimbang (dalam pekerjaan),” kata Monique.

2. Sakit kepala

Otot cenderung akan tegang untuk melindungi tubuh dari cedera. Ketika kalian melihat tempat kerja sebagai zona berbahaya, itu akan membuat otot-otot terus tegang.

Dilansir dari American Psychological Association, ketegangan kronis pada otot leher, bahu dan kepala bisa jadi penyebab migrain dan sakit kepala.

“Stres menciptakan gejala secara fisik, dan hal tersebut akan mendatangkan rasa sakit,” kata Monique.

3. Badan sakit semua

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Lendr (@lendr.online) on

Bukan hanya sakit kepala dan leher, badan kalian akan memberikan reaksi serupa. Bagaimana tidak? Ketika kalian membenci pekerjaan, maka tantangan yang sebenarnya tidak terlalu berat, akan terasa seperti perjuangan hidup dan mati.

Baca juga: 13 Manfaat Kurma yang Pasti Tidak Anda Duga

Hal ini membuat otak memproduksi adrenaline dan hormon stres secara berlebihan.

“Kita selalu ada dalam kondisi cemas dan sadar akan menghadapi hal yang tidak menyenangkan,” kata Monique.

4. Menurunnya kondisi kesehatan mental

Stres karena pekerjaan bisa menurunkan tingkat kesehatan mental. Hal ini bisa jadi penyebab depresi.

“Ketika kalian merasa diperlakukan secara tidak adil di tempat kerja, itu akan menyerang jati diri kalian. Ini adalah penyebab stres yang sangat berbahaya,” ungkap E. Kevin Kelloway, kepala penelitian bidang psikologi, Universitas St. Mary, Halifax, Canada.

5. Mudah sakit

Ketika kalian sering terserang flu, ini bisa jadi salah satu tanda stres karena pekerjaan. Menurut penelitian yang diterbitkan di The Malaysian Journal of Medical Sciences, stres kronis jadi penyebab menurunnya sistem imun tubuh. Sehingga kalian mudah terserang penyakit. 

6. Menurunnya gairah seks

stres-karena-pekerjaan
Foto: MSN

Ketika seseorang merasa tertekan akan pekerjaan, mereka cenderung membawa pulang pikiran tersebut. American Psychological Association menemukan, ketika seorang perempuan merasa stres karena pekerjaan, ini akan mengurangi gairah seksual.

Baca juga: Kenali 3 Kondisi Medis yang Bisa Sebabkan Disfungsi Ereksi

Untuk laki-laki, stres kronis menyebabkan berkurangnya hormon testosteron, sehingga menurunkan libido. 

7. Mudah merasa lelah

Kevin Kelloway mengatakan mudah merasa lelah jadi salah satu pertanda stres karena pekerjaan. Lingkungan yang tidak baik akan menguras tenaga kita.

“Kalian akan merasa kewalahan karena bekerja terlalu lama, dan kalian bekerja terlalu lama karena kalian merasa kewalahan,” kata seorang profesor Universitas Stanford, Jeffrey Pfeffer.

8. Gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan, kembung, sembelit, hal tersebut bisa dihubungkan dengan stres. Karena stres bisa berdampak pada kesehatan pencernaan, termasuk mengubah kondisi bakteri usus, hingga mempengaruhi mood.  Itulah kenapa, orang seringkali sakit perut saat sedang merasa kesal.

9. Nafsu makan berubah

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by [Dorothy]도로시 (@mgain83) on

Ketika kalian merasa stres berkepanjangan, kelenjar adrenalin tubuh akan melepas dan membentuk kortisol, hormon yang meningkatkan rasa lapar. Penelitian dari Universitas Harvard menyebutkan, makan kudapan manis bisa menumpulkan respons dan emosi yang diakibatkan oleh stres.

Baca juga: 6 Mitos dan Fakta Disfungsi Ereksi yang Perlu Diketahui

Itulah kenapa cokelat, permen, cake dan kawan-kawan selalu jadi opsi teratas untuk menghalang stres. Tapi ini bukanlah kebiasaan baik, jadi lebih baik dihindari.

Apa yang harus dilakukan ketika kalian merasakan tanda-tanda tersebut?

a. Beristirahat

Dengan adanya tanda-tanda tersebut, tubuh seakan memberitahu agar kalian beristirahat sejenak. Ambil cuti dan nikmati waktu bersantai di luar pekerjaan.

“Ketika kita tidak memberikan kesempatan bagi sistem saraf untuk relaks dan mulai dari awal, itu akan memberikan dampak buruk berkelanjutan,” kata Monique.

Hangout bareng teman-teman, berolahraga dan meditasi juga jadi opsi yang bisa dipilih untuk mengurangi stres akibat pekerjaan.

b. Ubah cara berpikir

Mengubah cara berpikir jadi salah satu langkah tepat. Jangan berkutat dan memikirkan bagian negatif dari sebuah pekerjaan. 

“Tidak semua orang bisa dengan mudah mendapat pekerjaan baru. Kita bisa fokus kepada hal-hal yang bisa kontrol,” kata Monique. 

Lakukan tugas yang didapat dengan maksimal, dan jangan berpikir berlebihan soal apa yang ada dalam pikiran teman kerja tentang kita. 

c. Resign

Gejala tersebut juga bisa jadi pertanda untuk mencari pekerjaan baru. Jeffrey Pfeffer mengatakan kalau jam kerja yang terlalu panjang, tidak adanya otonomi, jadwal yang tidak pasti dan ketidakpastian ekonomi, jadi beberapa faktor pendukung lingkungan kerja yang tidak baik. 

Baca juga: 3 Bahaya Teh Hijau yang Kurang Baik Untuk Kesehatan

Keadaan tersebut jadi pertanda agar karyawan segera meninggalkan lingkungan kerja seperti itu, bukan sekedar mencoba bertahan di dalamnya.

“Kalian perlu memperbaiki masalah dasarnya. Bukan hanya mengatasi gejalanya,” kata Jeffrey Pfeffer. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here