6 Mitos dan Fakta Disfungsi Ereksi yang Perlu Diketahui

0
1150
Mitos dan fakta disfungsi ereksi
Foto: Catur/Nyata

Banyak anggapan maupun penafsiran yang beredar di masyarakat, tentang disfungsi ereksi atau yang dikenal juga dengan istilah impoten. Namun tidak semuanya bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Oleh karena itu, berdasarkan pernyataan dari ahli andrologi dr. Susanto Suryaatmadja MS, Sp.And, kita akan kupas tuntas, apa saja mitos dan fakta mengenai disfungsi ereksi.

1. Disfungsi ereksi adalah proses normal penuaan pada pria

Hal ini termasuk mitos, karena pria dengan usia muda pun dapat berpotensi mengalami disfungsi ereksi. Begitu juga sebaliknya, tidak semua pria yang lebih tua mengalami hal ini.

2. Disfungsi ereksi hanya mempengaruhi pria

Hal ini jelas membuat pria memiliki rasa ketidakmampuan, frustasi, hingga menyebabkan rendahnya harga diri di hadapan pasangan mereka.

Baca juga: Kenali 3 Kondisi Medis yang Bisa Sebabkan Disfungsi Ereksi

Di sisi lain, pasangan dari pria yang mengalami disfungsi ereksi juga terkena dampaknya. Nyatanya tidak sedikit wanita yang mengeluh pada dr. Susanto mengenai hal ini.

“Karena proses orgasme pada wanita ada urutannya. Kalau wanita sudah kecewa, akan terbawa sampai kapanpun. Dan kondisi psikis yang demikian tidak mudah untuk disembuhkan dengan cepat,” papar dr. Susanto.

3. Disfungsi ereksi terjadi karena kurangnya gairah seksual

Hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Banyak kondisi medis, pengobatan, serta faktor psikologis lainnya yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Untuk mencapai ereksi yang baik, dibutuhkan sirkulasi darah, fungsi saraf, hormon dan libido atau gairah.

4. Disfungsi ereksi tidak butuh konsultasi ke dokter

Hal ini merupakan anggapan yang salah besar. Meski bukan masalah yang dapat menyebabkan kematian, tapi disfungsi ereksi bisa menjadi tanda awal dari masalah kesehatan yang serius.

Baca juga: Mengetahui Pentingnya Peremajaan Vagina yang Bukan Sekadar Tren

Pria yang mengalami disfungsi ereksi memiliki gangguan pada sirkulasi darah. Sehingga penderita bisa saja memiliki gangguan pada jantung, pembuluh darah, atau diabetes. Oleh karenanya, dibutuhkan konsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

5. Disfungsi ereksi dapat diobati dengan herbal

Tidak semua yang tertulis herbal maupun natural, berarti aman untuk dikonsumsi. Beberapa obat herbal memiliki efek samping yang cukup serius, jika dikonsumsi dengan obat-obatan lain.

Ada baiknya berkonsultasi ke dokter jika akan menjalani pengobatan alternatif. Terutama jika sedang dalam pengobatan penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi dan kardiovaskular.

6. Tidak bisa ereksi selalu merupakan tanda disfungsi ereksi

Anggapan ini tak sepenuhnya benar. Terkadang beberapa pria tidak dapat ereksi lantaran kondisi kelelahan, stres, atau suasana hati sedang tidak baik. Ini merupakan hal yang wajar. Sedangkan disfungsi ereksi sendiri merupakan kondisi ketidakmampuan persisten, untuk mempertahankan ereksi dalam hubungan seksual. (*)