Pilih Bertahan di AS saat Pandemi Corona, Ini Alasan Maudy Ayunda

0
68
maudy-ayunda
Foto: Dok. Instagram Maudy Ayunda

Saat ini wabah corona semakin meluas. Lebih dari 100 negara sudah terdampak virus corona atau Covid-19, termasuk Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Hal itu tentu saja membuat masyarakat dunia dilanda rasa khawatir dan panik.

Itu pula yang dirasakan oleh Maudi Ayunda. Penyanyi yang sedang melanjutkan kuliah S2 di Standford University, California, AS. Meski begitu, Maudy memilih tetap tinggal di California.

Bukan karena tidak ingin pulang, tetapi karena negara itu juga menerapkan larangan untuk tidak melakukan perjalanan. Apalagi tidak ada yang tahu kapan wabah corona akan berakhir.

Melalui siaran Vlive-nya, Maudy membagikan cerita tentang kehidupannya di tengah wabah corona yang melanda AS. ”Kemarin harusnya saya pulang. Cuma, kalau sekarang (pulang) dengan travel ban, risiko untuk pulang relatif tinggi. Ada kemungkinan besar saat aku mau sekolah, nggak bisa balik ke sini,” beber Maudy saat live streaming, Sabtu (21/3) lalu.

Foto: IG. MAUDY AYUNDA

Baca juga: Beruntung Kuliah di Stanford, Maudy Ayunda Akui Minder dan Insecure

Selain karena risiko tidak bisa balik ke AS jika memutuskan pulang ke Indonesia, Maudy juga memikirkan adanya perbedaan waktu di Indonesia dan AS untuk belajar. Perbedaan waktu itu akan membuat Maudy menghadiri kelas pada pukul 20.00 hinggga 05.00 WIB. 

Menurut Maudy, pilihannya itu juga merupakan saran dari pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di AS. ”Jadi, pihak scholarship, KJRI, ada yang men-suggest agar pelajar stay di tempat mereka masing-masing, kalau mau sekolahnya lancer. Karena kita belum tentu tahu kapan bisa balik ke AS, kalau misalkan pulang (ke Indonesia),” ujar Maudy.

Pemain film Habibie & Ainun 3 itu kemudian berkisah tentang kondisi perkuliahannya sejak virus corona merebak di negara Donald Trump itu. Maudy harus membatasi aktivitas di luar rumah dan universitas tempatnya menuntut ilmu memberlakukan perkuliahan daring (online).

Perkuliahan daring dilakukan Maudy di kamar. ”Tatap muka pakai aplikasi. Walau kelas ada 70 orang, ya 70 70-nya ada, super fun,” tuturnya. Bahkan Maudy mengaku harus menjalani ujian akhir secara online juga. 

”Kira-kira Minggu lalu waktu aku mau exam,  pokoknya baru weekend yang kemarin ini, tiba-tiba final exam. Jadi, semuanya dibikin virtual, karena kasus corona,” kata Maudy. (omi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here