Jarang terlihat dalam acara publik akhir-akhir ini, Brad Pitt sepertinya lebih memilih untuk tampil mendadak dan mengejutkan para penonton yang tidak mengira akan melihat penampilannya. Setelah sebelumnya ia mengejutkan banyak orang dengan tampil menyerahkan penghargaan pada perhelatan Golden Globe Awards, kali ini kembali kehadiran Brad Pitt mengejutkan pengunjung konser amal bertajuk Alex & Ani-hosted ROCK4EB! with Sting and Chris Cornell. Acara tersebut dihelat oleh EBMRF Benefit, dan bertujuan untuk menyebarkan kesadaran akan penyakit epidermolysis bullosa, sebuah penyakit kulit yang langka dan mematikan.

Pitt tampak sangat bahagia menghibur dan berfoto bersama para penggemarnya dalam acara amal yang diisi penampilan dari Sting dan Chris Cornell itu. Mengenakan mantel panjang berwarna hitam, Pitt terlihat di sepanjang acara bersalaman dengan dan tertawa bersama pengunjung lainnya. Pitt pun ikut tampil di panggung bersama dengan Sting, sembari mengenalkan Chris Cornell, penyanyi dan penulis lagu untuk band Soundgarden. Pitt juga menyebut Cornell sebagai seseorang yang sudah cukup lama ia kenal, dan Pitt pun mengaku sebagai salah seorang penggemarnya. Tak lupa, Pitt membuat lelucon dengan meniru gaya Sting di atas panggung.

Baca Juga: 4 Perempuan Ini Pernah Berlabuh di Hati Brad Pitt

Selain Brad Pitt, acara amal ini juga diisi oleh nama-nama terkenal lainnya, seperti misalnya nama Charlie Hunnam, Rami Malek, Garrett Hedlund, Courtney Cos, Kaley Cuoco, Aaron Taylor-Johnson, Scott Foley dan David Spade. Brad Pitt tampil mengejutkan pengunjung dalam konser amal ini terjadi kurang dari satu minggu setelah penampilannya pada perhelatan Golden Globes Awards. Pada malam itu, Pitt mempersembahkan film Moonlight yang diproduksi oleh Plan B Entertainment, sebuah perusahaan produksi film miliknya sendiri.

Kehadiran Brad Pitt Mengejutkan Pengunjung Konser
Foto: Getty Images / Randy Shropshire

EBMRF, atau Epidermolysis Bullosa Medical Research Foundation, adalah sebuah yayasan medis yang didirikan pada tahun 1991 untuk membiayai usaha riset untuk mencari pengobatan untuk penyakit epidermolysis bullosa. Penyakit ini sendiri hingga kini masih belum ada obatnya, dan perawatan yang dilakukan masih terfokus untuk mengobati gejala-gejalanya. Pada tingkat yang lebih parah, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius dan dapat menyebabkan kematian.