Dengan ‘CERDIK’, Kanker Dapat Dicegah hingga 50 Persen!

0
135
penderita-kanker-meningkat
Foto: Hero Images/Getty Images/Verywell

Kanker masih menjadi penyebab kematian nomor dua setelah penyakit kardiovaskuler. Sebanyak 1,8 juta penduduk dunia terkena kanker, dan 70 persen kematian akibat kanker terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Sedangkan di Indonesia setiap tahunnya ada 300 ribu lebih kasus kanker baru, dan sebanyak dua ribu lebih meninggal akibat penyakit ini.

Pada momen peringatan Hari Kanker se-Dunia yang diperingati setiap  4 Februari, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jawa Timur (Jatim), dr Herlin Ferliana MKes mengimbau masyarakat untuk berusaha mencegah penyakit tersebut.

“Sebenarnya pencegahan itu tidak hanya dilakukan pada saat peringatan Hari Kanker se-Dunia saja. Seharusnya kita melakukan pencegahan setiap hari,” kata Herlin saat ditemui di kantornya di kawasan Jalan Jendral Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (4/2) kemarin.

Baca juga: Mengenal Penyakit Lyme yang Diderita Justin Bieber

Sementara itu, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesda), jumlah penderita kanker di Jatim mengalami kenaikan dalam lima tahun terakhir.

“Riskesda itu diadakan setiap lima tahun sekali. Menurut Riskesda 2013, setiap 1.000 penduduk, ada 1,6 persen orang terkena kanker di Jatim. Sedangkan Riskesda 2018, setiap 1.000 penduduk, ada 2,2 persen orang terkena kanker di Jatim,” beber Herlin.

Menurut mantan Direktur Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya ini, kasus kanker di perkotaan lebih banyak dibandingkan pedesaan. “Kalau di kota itu setiap 1.000 penduduk ada 2,6 persen orang terkena kanker. Sedangkan di desa setiap 1.000 penduduk ada 1,7 persen orang terkena kanker,” ungkap Herlin.

“Jenis kanker yang paling mendominasi itu adalah serviks, payudara, paru-paru, prostat, dan usus,” Herlin menambahkan.

Baca juga: Tonton Aksi Pole Dance 5 Artis Ini, Siapa yang Paling Ekstrem?

Herlin juga mengatakan, pengobatan kanker menyerap biaya Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan terbesar ke tiga, setelah penyakit jantung dan gagal ginjal. Untuk itu, Herlin mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pola hidup CERDIK.

“CERDIK merupakan kepanjangan dari Cek kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin berolahraga, Diet seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres,” jelas Herlin.

Herlin mengatakan, dengan menerapkan prilaku CERDIK, antara 30-50 persen penyakit kanker dapat dicegah. Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes Jatim, drg Setya Budiono MKes mengingatkan, kepada setiap masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke pusat layanan kesehatan terdekat, jika ditemui setiap bagian tubuh kita mengalami kelainan yang tidak biasa. 

“Kok, tiba-tiba ada benjolan muncul, lalu bagian tubuh kita kok tiba-tiba gampang luka dan berdarah, kemudian tiba-tiba berak darah, terus keputihan yang tidak sembuh. Kalau ada bagian tubuh kita yang tiba-tiba abnormal, segera periksakan ke pusat layanana kesehatan terdekat supaya tidak terlambat. Kalau penanganan kanker terlambat, maka sulit diobati,” ujar Setya saat ditemui dalam kesempatan yang sama. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here