Baru 3 Hari Tayang, Film Vina: Sebelum 7 Hari Tembus 1 Juta Penonton

SATU JUTA LEBIH PENONTON: Para pemain film Vina: Sebelum 7 Hari. Foto : Instagram/deecompany_official
SATU JUTA LEBIH PENONTON: Para pemain film Vina: Sebelum 7 Hari. Foto : Instagram/deecompany_official

Film Vina: Sebelum 7 Hari sukses menarik perhatian penonton sejak penayangannya pada 8 Mei 2024. Selama tiga hari tayang, film yang disutradarai Anggy Umbara bersama rumah produksi Dee Company itu sudah ditonton lebih dari 1 juta orang.

Di hari ketiga sudah 1.1.94.268 orang berlinang air mata,” tulis keterangan Instagram @deecompany_official.

Saat hari pertama tayang, film tersebut sukses meraih 335.812 penonton. Ini membuat Film Vina: Sebelum 7 Hari masuk ke dalam jajaran lima besar film Indonesia tertinggi saat opening day.

Sejak penayangan, film Vina: Sebelum 7 Hari ramai diperbincangkan. Menuai pro kontra di media sosial, khususnya TikTok dan X (dulunya Twitter). Sebab film ini menampilkan adegan kekerasan seksual.

| Baca Juga: Pro Kontra Film Vina: Sebelum 7 Hari, Ini Tanggapan Produser dan Sutradara

Beberapa warganet membagikan pengalamannya saat menonton film tersebut di bioskop. Kemarin nonton Vina: Sebelum 7 Hari, merinding 1 studio full booked pas film baru mulai ada poster alfatiha untuk Vina, smua penonton serentak bacain surat al fatiha kedenger kenceng bgt 1 studio,” tulis seorang warganet.

Orang kena musibah dibuat film, ya inilah Indonesia tercinta,” tulis warganet lainnya.

Gaesss film ini beneran harus diboikot deh, sumpah ini keluarganya kok bisa ngasih izin sihhhhh. Ga kebayang sesakit apa ngeliat penderitaan anaknya ditonton sama orang-orang,” sambung warganet lain.

Pro kontra terhadap film Vina: Sebelum 7 Hari juga telah muncul sebelum tayang di bioskop. Film bergenre horor kriminal itu dianggap telah mengeksploitasi sebuah tragedi. Seperti diketahui, Vina adalah gadis asal Cirebon, Jawa Barat akibat dianiaya dan diperkosa oleh geng motor di tahun 2016 silam.

| Baca Juga: Main Film Vina: Sebelum 7 Hari, Lydia Kandou Minta Jangan Banyak Adegan Malam

Pro kontra tersebut langsung mendapat tanggapan dari Dheeraj Kalwani selaku produser dari rumah produksi Dee Company yang membuat film ini.

“Itu kan kami (membuat materi promosi) dari apa yang terjadi. Ya harus nonton filmnya dulu buat yang kontra,” kata Dheeraj dalam jumpa pers di Epicentrum XXI, kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2024).

Tak hanya Dheeraj, Anggy Umbara yang merupakan sutradara dari film ini juga ikut berkomentar. Menurut Anggy, sangat wajar terjadi pro kontra dalam sebuah produksi film. Apalagi jika film tersebut diangkat dari kisah nyata.

Namun Anggy juga berharap masyarakat bisa bersikap bijak menghadapi pro kontra tersebut. “Kita hidup di negara Bhineka Tunggal Ika. Bukan cuma film saya, tapi banyak film yang hadapi pro dan kontra, ada yang suka dan nggak, ada yang punya prinsip dan ideologi berbeda,” terangnya.

| Baca Juga: Kisah Nyata Pembunuhan Dua Sejoli, Film Vina: Sebelum 7 Hari

“Itu kita hargai dan semoga mereka menghargai kita juga yang punya prinsip berbeda dengan mereka, punya pemikiran, punya perasaan dan sensibilitas atau moralitas yang berbeda,” lanjut Anggy.

Anggy mengatakan tujuan pembuatan film Vina: Sebelum 7 Hari bukan untuk mengekploitasi tragedi seperti yang dituduhkan. “Kita berangkat dengan niat baik. Tujuan kita baik. Saya percaya film ini akan menjadi kebaikan. Yang kontra, kami menghargai, tapi kami juga harap kalian menghargai kita,” beber Anggy. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here