4 Seleb Ini Pernah di Bully, Seperti apa Ceritanya?

0
186
Foto: Dok.Pri

Sebelum sukses seperti sekarang ini, para seleb ini dulunya pernah di-bully. Bagaimana mereka bangkit dari keterpurukan tersebut?

Yuk, simak cerita mereka:

1Afgan Syahreza: Mentalku jadi kuat

Foto: Dok.Pri

Ketika masih SMP, penyanyi, Afgan Syahreza pernah di bully teman-temanya, hingga ia takut pergi ke sekolah.

”Hampir semua teman-teman di sekolah mem-bully-ku. Cukup parah sih di-bully-nya. Mulai tindak kekerasan, ejekan verbal, mental, sampai fisik,” ungkap Afgan.

Akibat hal tersebut, pelantun tembang Terima Kasih Cinta ini, tumbuh menjadi sosok remaja yang cenderung menutup diri, panik, dan paranoid.

”Aku sempat nggak pede sama diri sendiri, yang membuatku jadi membatasi diri dengan orang lain. Aku juga nggak bisa connect dengan orang lain,” akunya.

Saat duduk di bangku SMA, Afgan berusaha bangkit dari keterpurukannya tersebut. Ia mengaku butuh waktu lama, untuk mengembalikan rasa percaya dirinya. Perlahan tapi pasti, ia mulai memberanikan diri untuk bersosialisasi dengan teman-temanya.

”Menghilangkan trauma itu tidak mudah. Butuh andil dari keluarga,” Jelas Afgan.

Pria kelahiran Jakarta, 27 Mei 1989 ini mengungkapkan, sejak dirinya terjun ke dunia
musik sekitar 2008 lalu, semua trauma yang pernah dialami akhirnya sirna.

”Sejak berkarir sebagai penyanyi, mentalku yang drop pulih. Sekarang keadaanku jauh lebih bagus dari yang dulu,” ungkapnya.

Afgan berusaha melupakan semua pengalaman pahit yang pernah ia terima, dan memaafkan orang-orang yang pernah mem-bully-nya. Peraih Artis Solo Pria Pop Terbaik dalam Anugerah Musik Indonesia 2015 ini mengakui, ada sisi positif yang diambilnya ketika dirinya lepas dari bullying.

”Karena sering di-bully dulu, kini mentalku jadi kuat,” ujarnya.

2Irish Bella, di-bully karena tampangnya

Foto: Dok.Pri

Pesinetron cantik, Irish Bella masih mengingat pengalaman pahit ketika di-bully teman-teman SD-nya di Cirebon, Jawa Barat. Yang membuat wanita yang akrab disapa Ibel ini di-bully, karena penampilan fisiknya berbeda dengan teman-teman sekolahnya.

Wajar saja hal itu terjadi, karena ayah Ibel berdarah Belgia. Sehingga saat kecil ia tampak seperti bule.

”Saat usia 8 tahun, penampilanku bule banget, rambut pirang dan kulit putih. Karena di sekolah, aku satu-satunya berdarah Eropa, apalagi namaku kan ada De Beule-nya, diambil
dari nama Papa. Memang terdengar aneh sih saat itu, sehingga aku selalu diejek dikatain
bule,” jelas wanita yang memiliki nama lahir Yris Jetty Dirk de Beule itu.

Ketika mengingat kejadian tersebut, Ibel merasa heran, karena hanya tampangnya bule,
ia di-bully.

”Dulu mungkin karena aku juga belum lancar bahasa Indonesia, jadi teman-teman sebut aku bule,” akunya.

Di-bully membuat Ibel sempat depresi, sehingga ia kerap menyendiri. Akibatnya, ia tidak
memiliki teman. Karena sudah tidak tahan lagi di-bully, Ibel selalu berharap bisa pindah sekolah.

Keinginannya itupun terjawab. Untuk urusan pekerjaan, ayahnya dipindah tugaskan ke Bali. Tinggal di Pulau Dewata, Ibel merasa bersyukur tidak lagi menjadi bahan bully.

”Ketika di sana (Bali, red), banyak teman yang sama-sama blasteran Eropa. Sekolahnya
kecil, hanya ada sekitar 20 siswa saja. Tapi muridnya berasal dari berbagai negara. Seperti
Australia, Amerika, bahkan Afrika,” ingat Ibel.

Pemeran Naura dalam sinetron Anugrah Cinta ini, tidak menaruh dendam pada teman-temannya yang pernah mem-bully-nya. Seiring berjalannya waktu, rasa kepercayaan diri Ibel semakin tinggi.

Sejak 2010, Ibel memulai karirnya sebagai model dan karirnya semakin melejit lewat
peran-perannya di beberapa judul sinetron, FTV, maupun film layar lebar.

3Tatjana Saphira, namanya dianggap aneh

Foto: Dok.Pri

Saat usianya masih 14 tahun, aktris Tatjana Saphira pernah mengalami verbal bullying oleh teman-temanya, karena ejaan namanya.

”Ketika awal terjun ke entertain, banyak orang yang keliru memanggil namaku dan mengira TJ itu ejaan lama. Hingga memanggilku dengan nama Tajana atau Tacana, atau bahkan suka diledekin banyak orang dengan dipanggil Terajana,” kata Tatjana.

”Awalnya aku menganggap bercanda, tapi saat mereka melalukannya secara terus menerus, itu sudah nggak lucu buatku. Aku merasa mereka tidak menghargaiku, dan orangtuaku yang sudah memberi nama,” lanjutnya.

Gadis 21 tahun ini pun menangis akibat bully tersebut. Hingga akhirnya, ia bertanya kepada orangtuanya, mengapa ia diberi nama itu.

”Setelah dijelaskan orangtua, ternyata namaku itu artinya sangat indah. Diambil dari bahasa Kroasia yang artinya Peri,” jelas pemeran Bubu dalam film Stip & Pensil itu.

Kini Tatjana tidak lagi di bully, tapi ia masih merasa kesal dengan orang-orang yang salah mengucapkan namanya, baik secara lisan maupun tulisan di media sosial.

Saking sering mengalami hal serupa, Tatjana pun bosan untuk memberikan penjelasan akan pengucapan namanya.

”Capek selalu menjelaskan. Akhirnya terserahlah mereka mau manggil apa, yang penting buatku orang-orang terdekat tidak salah mengucapkan namaku,” jelasnya.

Walau sempat dibuat kesal dan sakit hati, Tatjana berusaha untuk bijak dalam menghadapi kondisi tersebut. Terlebih, sejak kecil orangtuanya selalu memberikan nasihat positif bagi dirinya.

”Orangtua selalu berpesan kepadaku, ’Selama kamu tidak merugikan orang lain, buat apa
kamu mikirin apa yang mereka omongkan tentang kamu. Apalagi bila yang mereka omongkan tentang kamu itu, nggak ada nilai positifnya yang bisa diambil,” ingat Tatjana sambil menirukan perkataan orangtuanya.

Tatjana pun menuruti nasehat orangtuanya tersebut, dan kini ia berhasil menjadi orang yang sukses.

4Bunga Jelitha Ibrani diejek karena belum lulus sarjana

Foto: Dok.Pri

Sejak dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2017, Bunga Jelitha Ibrani harus menerima kritik pedas dari netizen. Mahasiswi Fakultas Komunikasi ini banyak mendapat komentar dari netizen, kalau dirinya tak pantas menyandang gelar Puteri Indonesia, karena belum lulus sarjana.

Bunga mengaku, dirinya menunda untuk melanjutkan kuliah karena harus fokus di dunia modelling. Sejak berusia 13 tahun, Bunga sudah terjun di dunia modelling dan memang fokus untuk mencari uang.

”Saya merasa bangga memiliki penghasilan sendiri,” kata Bunga kepada Nyata di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan.

Sebelum mengikuti karantina Puteri Indonesia 2017, Bunga merasa minder dengan kontestan lain, yang semuanya sudah menyelesaikan pendidikan sarjana. Sedangkan Bunga hanya memiliki prestasi di modelling.

”Mereka selalu bilang, apa bisa saya membawa nama Indonesia di Las Vegas. Memang pendidikan itu sangat penting, tapi saya juga kan mendapatkan pengalaman pendidikan dari orang yang kita temui,” jelas peraih Super Model International 2011 itu.

Saat itu Bunga merasa sedih dan menangis. Tidak mau terus diejek, Bunga berusaha keras untuk bisa memperoleh gelar Putri Indonesia 2017.

Akhirnya keinginan tersebut pun tercapai. Namun tetap saja banyak orang yang tidak terima akan kemenangannya itu. Bunga berharap agar generasi muda sekarang tidak terlalu melihat orang dari kekurangannya.

”Kita nggak tahu kedepannya gimana, jalan Tuhan itu seperti apa. Bisa jadi orang yang kalian bully, justru menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, bahkan bagi Indonesia,” terang gadis kelahiran Jakarta, 6 September 1991 itu.