2 Cara Ampuh Atasi Gangguan Serangan Panik Ala Marshanda

0
39
panic attack Marshanda dan Baim Wong
Foto: Dok. Instagram Marshanda

Jika kamu tiba-tiba merasa panik, takut atau pun gelisah, bisa jadi kamu sedang mengalami serangan panik atau panick attack. Namun tunggu dulu, tak semua gejala tersebut timbul karena gangguan serangan panik.

Serangan panik adalah perasaan takut berlebihan yang terjadi secara spontan dan bukanlah reaksi dari situasi tekanan. Misalnya saja, tiba-tiba kamu merasa berdebar, gelisah, takut, telapak tangan berkeringat, padahal kamu tidak sedang berada pada situasi yang mencekam.

Serangan panik tentu saja berbeda dengan perasaan panik biasa, yang muncul karena memang sedang dalam situasi tak mengenakkan.

Marshanda pernah mengalami serangan panik. Hal itu tentu menjadi momok baginya. Untuk meredakannya, wanita 30 tahun itu, punya tips khusus. Ia menamakannya dengan the two question atau memberi dua pertanyaan pada diri sendiri.

1. Serangan panik atau bukan?

Jika kamu merasakan energi seperti gelisah, panik, tak enak ataupun tak nyaman, coba tanyakan ke dirimu sendiri apakah hal tersebut adalah panic attack atau bukan.

“Aku tanya ke diriku ‘Ca ini panic attack atau bukan?’,” ungkap Marshanda mencontohkan.

Baca juga: Deretan Seleb yang Hobi Olahraga Pilates Saat Hamil

Jika ternyata yang kamu rasakan bukanlah serangan panik dan hanya panik biasa, maka cukup berdamailah dengan rasa dan masalah tersebut. Jangan melabeli diri dengan sebutan serangan panik.

Akan tetapi apabila memang benar yang kamu rasakan adalah serangan panik, maka lanjutkanlah dengan langkah kedua berikut ini.

2. Penilaian ke diri sendiri

Jika yang kamu rasakan memanglah serangan panik, tanyakan lagi pada dirimu. Seberapa seringkah merasakan kepanikan ini. Caranya adalah dengan memberi level dari 1 hingga 10.

Level 1 untuk intensitas serangan panik yang ringan. Semakin sering maka levelnya semakin tinggi. Level teratas adalah saat kamu sering merasakan serangan panik hingga tangan mengeluarkan keringat dan jantung berdegup sangat kencang.

Semakin tinggi levelmu merasakan serangan panik, maka kamu harus segera membuang perasaan itu. Caranya dengan pergi ke suatu tempat sepi bersama seseorang yang bisa kamu percaya, yang tidak akan menghakimi segala yang menimpamu, serta mau mendengarkan segala keluh kesahmu. Jika tidak bisa, kamu dapat melakukannya seorang diri.

Baca juga: Mengintip Gaya Tidur Andien Aisyah Dengan Mulut Diplester

Di tempat itu, biarkanlah perasaan tak nyamanmu datang ke permukaan dan rasakanlah. Keluarkan segala perasaan mengganjal. Tak masalah jika kamu harus menangis atau mengeluarkan ekspresi apapun untuk meluapkan emosimu.

Biarkan emosi tersebut mengalir keluar, jangan biarkan energi itu terpendam begitu saja, karena emosi harusnya selalu bergerak.

Jika kamu sedang duduk, cobalah untuk berdiri. Jika berdiri masih tak nyaman, cobalah untuk berjalan meninggalkan tempat itu. Cuci mukamu hingga merasa lebih segar. Kamu juga bisa mengeluarkan unek-unek dengan cara berdoa.

Jika masih merasa tak nyaman, coba tulis apapun yang ingin kamu tulis dan biarkan perasaan marah itu keluar hingga hilang dan lega.

“Kita harus membiarkan perasaan itu hidup dan ada, supaya dia bisa pergi menginggalkan kita. Jangan dipendam,” kata Marshanda. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here