Terungkap Alasan di Balik Pria Menjadi Manja ketika Sakit

Ilustrasi Pria jadi lebih manja saat sakit (Foto : Gettyimages)
Ilustrasi Pria jadi lebih manja saat sakit (Foto : Gettyimages)

 JSakit adalah suatu kondisi di mana tubuh merasa tidak nyaman, rentan kacaunya pikiran, hingga mempengaruhi mood menjadi semakin buruk. Tidak jarang, orang sakit akan lebih mudah mengeluh bahkan menjadi semakin manja, terutama pria.

Berbeda dengan sebagian besar perempuan yang masih terlihat cukup kuat, kebanyakan pria yang sakit seolah menjadi semakin lemah dan lebih manja dari biasanya. 

Lalu, kenapa hal tersebut dapat terjadi? Dan apakah benar kalau semua pria akan menjadi lebih manja ketika sakit? Berikut ulasannya.

| Baca Juga : Fakta Menarik Tanaman Kratom yang Akan Jadi Komoditas Ekspor Indonesia

Dilansir dari laman healthline.com, pada umumnya, pria memang akan menjadi lebih manja ketika sakit. Hal tersebut dapat diakibatkan karena para kaum adam rentan tidak dapat mengontrol emosi mereka ketika sakit. 

Mereka juga akan sering mengeluh dan merasa seolah menjadi orang yang paling kesakitan. Kenapa bisa begitu? 

Berdasarkan penelitian Klein yang dipublikasikan dalam American Journal of Physiology, sel reseptor dalam tubuh pria lebih aktif terhadap patogen tertentu.

Karena menjadi lebih aktif, ini yang menjadikan tubuh pria lebih peka terhadap rasa sakit. Selain itu, tubuh pria juga dipercaya lebih lemah dibandingkan tubuh perempuan. Ini lah yang kemudian menjadikan pria menjadi lebih manja ketika sakit.

| Baca Juga : Jangan Sepelekan Kesehatan Mental, Kenali Tubuh yang Butuh Rehat

Tidak hanya itu, dilansir dari Women’s Health Magazine, diketahui kalau kondisi psikologis juga mempengaruhi pria agar menjadi lebih manja ketika sakit. 

Selama ini, pria kerap dianggap sebagai pribadi yang kuat bahkan tak terkalahkan. Namun pada kenyataannya, ketika sakit mereka juga akan merasakan hal yang sama seperti orang lain. 

Hal itulah yang mendorong para pria menjadi lebih manja. Mereka ingin menepis anggapan kalau mereka adalah pribadi yang kuat. Ketika sakit, pria ingin menunjukkan bahwa dia juga bisa merasakan sakit. 

Sementara itu, berdasarkan studi yang dipublikasikan di Journal of Behavioral and Experimental Economics, menemukan kalau pria lebih cenderung ke menolerir suatu gejala masalah kesehatan. 

Satu gejala saja, membuat pria panik, cemas hingga khawatir. Kekhawatiran itulah yang kemudian membuat seluruh tubuh pria terasa sakit. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here