Zain Nadella, Putra CEO Microsoft Meninggal Dunia

satya-nadella-microsoft
Dok. CHRISTOPHE MORIN/ BLOOMBERG VIA GETTY IMAGES

Putra CEO Microsoft, Satya Nadella (54) dari pernikahannya dengan Anuparma yang bernama Zain Nadella meninggal di usia 25 tahun. Kejadian tersebut membuat hati suami istri itu terpukul. Kabar ini disampaikan oleh juru bicara Microsoft kepada People secara tertulis pada Selasa, (1/3) lalu, “Sangat menyedihkan bahwa putra Zain Nadella telah meninggal dunia. Melalui ini kami memberitahukan bahwa keluarga Nadella ingin mengambil waktu sejenak untuk berduka.” 

Zain memang terlahir dengan cerebral palsy, sehari-hari dia dibantu dengan alat bantu untuk melakukan perawatan intensif. 

Zain akan dikenang karena musik elektrik, senyum yang merekah, dan kegembiraan yang luar biasa dia bawa ke keluarga yang mencintainya,” ucap Jeff Sperring, CEO Rumah Sakit Anak Seattle. Rumah sakit itu adalah tempat dimana Zain di rawat seumur hidupnya. 

Sebagai ucapan terimakasih, Satya rela menggelontorkan dana sebesar $15 juta (Rp 215,8 miliar) kepada rumah sakit tersebut dan mendirikan Zain Nadella Endowed Chair di Unit Syaraf Anak, sebagai bagian dari Pusat Penelitian Otak Integratif.  

Dok. Microsoft and Seattle Children’s

| Baca juga: Bocah Maroko yang Jatuh ke Sumur Sedalam 32 Meter Selama 5 Hari Akhirnya Meninggal

Lebih lanjut pihak rumah sakit itu menunjukkan rasa bela sungkawanya kepada pria yang selama 25 tahun singgah di rumah sakit tersebut. 

Beberapa saat setelah lahir, dia dibawa dengan ambulan ke Unit Perawatan Intensif Neonatal Anak Seattle, untuk menyelamatkan jiwanya. Hari ini, dia masih membutuhkan perawatan khusus sepanjang waktu. Dia berkomunikasi secara non verbal dan menggunakan kursi roda.

Menyaksikan putra mereka berjuang melawan kesulitan karena kondisi medisnya tentu tidak mudah. Perjalanannya telah membentuk kisah keluarga Naella menjadi lebih empati, tangguh dan bertekad untuk mewujudkan masa depan yang cerah bagi anak-anak yang memiliki kondisi neurologis serupa.” 

Bagi Satya, Zain adalah anugerah terbesar yang merubah kehidupannya. Pria yang katanya akan membuat publikasi berupa memoar itu juga menambahkan, betapa Zain memiliki dampak besar di hidupnya terhadap cara pikir, gaya memimpin, dan hubungannya dengan orang lain. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here