Tia Ivanka : ”Arah Hidupku Bukan di Sinetron”

0
389

Pada 2000-an, nama Tia Ivanka sebagai pemain sinetron cukup laris. Sederet judul sinetron pernah dibintanginya. Sebut saja Panji Manusia Millenium (1999) atau Kehormatan (2001). Beberapa tahun terakhir, wajah Tia pun masih terlihat di layar TV lewat sinetron Binar Bening Berlian (2011), Yusra dan Yumna (2012) serta Separuh Aku (2012).

Namun setelah itu, wajah Tia tak pernah nongol lagi di layar kaca. Sampai tiga tahun kemudian, aktris kelahiran Medan, 8 September 1978 itu seperti vakum dari sinetron. Banyak pertimbangan yang menjadi alasan Tia mundur dari dunia entertainment yang sudah digelutinya selama 20 tahun.

”Menurutku sinetron pekerjaan yang sangat baik dan menjanjikan. Namun setelah melewati masa itu, setelah semakin tua, kok aku merasa arah hidupku bukan ke sana,” ungkap Tia kepada Nyata saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta, Sabtu (8/8).

Putri pasangan Panusulan Siregar dan Syamsiah Lubis ini mengaku pernah merasakan syuting sinetron yang menyenangkan. Dia bahkan berada di zona nyaman. ”Syuting santai, job dan kontrak selalu ada. Memang di zona nyaman banget,” ujarnya.

Tapi zona nyaman itu akhirnya ‘tergusur’ setelah lahirnya sang buah hati, Tia melahirkan Micah Jayden Sotello, pada 3 Juni 2007. Anak hasil perkawinannya dengan pria berkewarganegaraan Amerika, George Manuel Sotello, itu telah merubah pandangan hidupnya tentang dunia hiburan.

”Setelah menjadi ibu, komitmen waktunya yang bikin aku nggak kuat. Waktu masih single, lokasi syuting kayak kehidupan aku, teman-teman aku, keluarga aku, jadi nggak ada beban sama sekali,” katanya.

Setelah punya anak, kehidupan di lokasi syuting justru menjadi beban berat baginya. Setiap kali keluar rumah meninggalkan Micah untuk syuting, Tia tidak bisa menahan air matanya.”Di lokasi sudah tidak ada indah-indahnya lagi. Pikirannya pengen cepat pulang. Setiap hari aku menangis,” akunya.

Dia merasa sedih harus meninggalkan anaknya untuk keperluan syuting hingga larut malam. ”Industri sinetron kan sekarang stripping. Setiap hari harus on time di lokasi. Pulang juga nggak tentu waktunya. Sejak punya anak, aku kok merasa berat banget,” keluh Tia.

Artis yang mengawali karir sebagai model iklan ini akhirnya memutuskan berhenti sebagai pemain sinetron. Padahal saat itu, 2012, dia belum memiliki sumber penghasilan lain.”Biasanya orang kalau nggak terjepit, nggak mencari jalan keluar. Aku buat diri aku terjepit dulu. Makanya ketika itu memutuskan stop total, aku sempat merasa takut nggak punya penghasilan sama sekali,” ujarnya.

Dalam posisi terjepit, Tia mencoba memanfaatkan uang tabungan selama syuting untuk merintis usaha. ”Setiap kali bertemu orang, aku pasti tanya enaknya bisnis apa ya,” katanya tersenyum.

Tia pernah mencoba usaha butik. Tapi bisnis itu gagal karena ia merasa passion-nya bukan di situ.Saat itu Tia sempat berpikir untuk kembali syuting. ”Tapi dalam hati selalu bilang, jangan syuting lagi. Hati aku lebih ke bisnis saja lagi. Kalau gagal terus berusaha dan mencoba,” tekadnya. *bun/fur