Mendekatkan diri kepada anak memang bukanlah hal yang mudah dilakukan. Kesenjangan usia terkadang membuat diri Anda susah memahami apa yang diinginkan oleh buah hati, begitu juga sebaliknya. Ada baiknya bila Anda memahami tiga hal di bawah ini terlebih dahulu sebelum memberikan punishment berlebihan atau bahkan terlalu memanjakan buah hati Anda dan malah merugikan mereka ke depannya.

1Pahami Bahwa Dunia Anak dan Orang Tua Tidak Sepenuhnya Sama

Mungkin saat ini Anda merasa bahwa anak seharusnya menuruti semua kata Anda, tidak perduli hal tersebut cocok atau tidak dengan prinsip hidup mereka yang bisa jadi berbeda dengan Anda. Mungkin Anda merasa bahwa hal tersebut memang diperlukan karena Anda dulu pernah menjadi seorang anak, tetapi hal inilah yang seharusnya membuat Anda paham bahwa memang dunia orang tua dan anak tidak sepenuhnya sama.

Ada baiknya bila Anda mengingat kembali bagaimana Anda ketika masih kecil terkadang berselisih pendapat dengan orang tua. Pada saat itu, barangkali Anda berpikir bahwa orang tua Anda tidak bisa mengerti dunia Anda. Bisa jadi, buah hati sekarang berpikiran seperti itu. Karena itu, mengambil langkah mendekatkan diri kepada anak tidak bisa asal lempar idealisme begitu saja. Dunia anak Anda bisa jadi tidak sama dengan dunia Anda dahulu, meskipun Anda pernah menjadi anak tetapi pengalaman masing-masing orang akan sebuah kehidupan tidak sepenuhnya sama. Pahami sekitar sebelum mengumpan sesuatu, siapa tahu si kecil akan bisa lebih memahami apa yang Anda inginkan.

Anak-anak Suka ke Warnet Game Online? Simak Bagaimana Menyikapinya.. Meski sudah tak sepopuler dulu, warnet game online masih jadi tempat main … [Read More]

2Sebaiknya Tidak Cepat Memberikan Pandangan Negatif

Berkesinambungan dengan poin pertama, setelah memahami dunia anak, alangkah hebatnya bila Anda tidak cepat menilai juga. Saat ini, kelihatannya kalimat “anak zaman sekarang tidak mau susah dan seenaknya saja” sering terdengar di sekitar Anda, atau jangan-jangan Anda pernah melontarkan kalimat serupa? Hal ini bisa mengakibatkan kesenjangan yang semakin lebar antara anak dan orang tua, lho.

Apa yang Anda anggap sebagai sesuatu yang instan, belum tentu mudah bagi mereka. Ingat, anak Anda lahir di dunia yang memang sudah melek teknologi, tidak heran bila mereka lebih memilih sesuatu yang cepat. Kesadaran akan hal ini sebenarnya juga bisa berasal dari dalam rumah. Apabila Anda mendidik dengan cara melemparkan sesuatu –seperti makanan atau gadget— kepada mereka ketika buah hati sedang rewel, hal ini pun akan menanamkan konsep “instan” di dalam diri mereka. Bila Anda menilai bahwa mereka tidak mau susah, mungkin mereka berpikiran sebaliknya karena bisa jadi Anda-lah yang menanamkan sikap tersebut secara tidak langsung.

3Jangan Tutup Mata Ketika Mendekatkan Diri Kepada Anak

Ketika si kecil sudah beradaptasi dengan gadget, Anda tidak boleh ketinggalan. Jangan malas untuk bisa melakukan atau setidaknya mengetahui apa yang dipahami dan sering dilakukan oleh buah hati Anda.

Tidak menutup kemungkinan orang tua kecolongan ketika anak bermain game yang tidak sesuai umurnya. Tidak semua kartun dibuat untuk anak-anak, dan tidak semua cergam atau komik layak dikonsumsi anak-anak tanpa pengawasan. Mendekatkan diri kepada anak bisa dengan cara mendampingi mereka ketika mereka melakukan kegiatan yang mereka sukai. Dengan begitu, buah hati akan lebih terbuka kepada Anda, dari keterbukaan ini akan muncul sebuah komunikasi yang sehat dan jujur. Si kecil pun tidak akan ragu bertanya kepada Anda tentang hal kurang baik untuk umurnya yang ia lihat di dalam media yang dikonsumsi.

Keluarga Harmonis Ternyata Bisa Datang Dari Banyak Perbedaan Siapa bilang keluarga harmonis tidak bisa datang dari perbedaan? Justru, perbedaan itulah … [Read More]

Setiap anak adalah harta yang tidak ternilai bagi para orang tuanya, alangkah bijaknya bila Anda benar-benar memikirkan tindakan apa yang seharusnya Anda ambil dalam mendidik buah hati tercinta.