Mungkin banyak yang menganggap bahwa kartun adalah sebuah hal kekanakan dan menonton kartun adalah kegiatan yang seharusnya tidak dilakukan oleh orang yang berumur dewasa. Mungkin banyak juga di antara orang-orang tersebut yang diam-diam masih menyukai kartun namun tidak berani untuk mengungkapkannya di depan orang lain. Atau jangan-jangan Anda adalah salah satunya? Berikut adalah pengalaman saya dengan sisi lain dari kartun yang saya temui sebagai orang dewasa.

Image result for I love it gif

Menonton Kartun Mampu Menjadi Refleksi Diri Orang Dewasa

Semakin tua umur manusia biasanya mereka akan semakin skeptis dalam melihat suatu hal. Mereka akan lebih mudah menilai sesuatu hanya karena mereka telah berpengalaman satu dua kali melakukan atau melihat hal tersebut. Tidak jarang mereka pun mudah menganggap bahwa anak muda yang berbeda zaman dengan mereka memiliki kualitas yang lebih buruk daripada generasi mereka. Namun hal tersebut bisa jadi tidak benar. Banyak kartun yang memperlihatkan sisi lain dari sebuah “karakter jahat” yang sebenarnya bisa Anda relasikan dengan kondisi Anda saat ini.

Menonton kartun
Lotso dari Toys Story 3

Lotso dari Toy Story 3 misalnya, ia adalah boneka tua yang sudah mengalami masa-masa berat selama hidupnya. Ia awalnya digambarkan bijak kemudian tampil sebagai boneka jahat, namun sebenarnya ia hanya tidak ingin mengingat masa lalunya yang keras dan tidak suka bila mainan kekinian merasa hidup mereka mudah. Terdengar mirip dengan kehidupan Anda? Anda mungkin merasa jengah melihat Lotso, namun bila dilihat lagi bisa jadi Lotso adalah Anda.

Menonton Kartun Bisa Menjadi Pembelajaran Untuk Membuka Diri

Selain Toys Story, kartun Disney lainnya yang cukup merefleksikan diri orang dewasa adalah Moana. 

Menonton kartun
Ayah Moana (tengah), awalnya tidak ingin Moana terluka karena mencoba hal baru

Ayah dari Moana memiliki masa lalu yang cukup buruk tentang “mencoba hal-hal baru” dan akhirnya membuat anaknya terkekang untuk mengikuti apa yang diinginkannya. Mungkin Anda sering merasakan hal ini ketika Anda melihat anak atau keponakan Anda yang jauh lebih mudah berusaha mencoba hal-hal yang pernah Anda lakukan dan berakibat buruk pada Anda. Padahal bisa jadi, hal tersebut justru akan membuat mereka lebih kuat daripada mereka yang sekarang.

Menonton kartun
Maui (kiri), membantu Moana dalam mengemudikan kapal

Mungkin generasi yang lebih muda akan terluka, mungkin generasi penerus Anda akan terjatuh dan susah untuk bangun. Namun inilah peran Anda sebagai generasi yang lebih dewasa untuk membimbing mereka, bukan mengekang. Meskipun Moana adalah perempuan yang hebat dan penuh determinasi, namun ia tetap masih membutuhkan bantuan dari para orang dewasa di sekitarnya. Ia tidak akan mampu menyeberang lautan tanpa bantuan dari Maui yang jauh lebih deawasa darinya, meskipun Moana memiliki keinginan yang sangat kuat.

Tidak Ada Salahnya Untuk Menyukai Kartun dan Mengatakan Anda Menyukainya

Image result for I love it gif

Menurut saya, label “hanya untuk anak-anak” hanya berlaku untuk produk kebersihan, pakaian dan makanan anak-anak. Tidak ada rating film yang menyatakan “khusus anak-anak”, yang ada hanyalah rating “semua umur”. Tidak ada yang salah dari menyukai kartun. Banyak juga kartun yang dibuat dengan begitu mendetail sehingga bisa dinikmati secara berbeda oleh anak-anak dan dewasa, Anda mungkin bisa menonton kartun Adventure Time untuk ini.

Baca juga: 4 Judul Fiksi yang Mampu Tingkatkan Daya Juang

Jangan lupa bahwa kartun dibuat oleh orang-orang dewasa, dan yah, kalau Anda mau skeptis memang Anda bisa berpikir bahwa kartun dibuat untuk kepentingan pribadi sebuah kelompok. Namun kepentingan pribadi tersebut akhirnya mampu membuat banyak orang merasa bahwa dunia bukanlah tempat yang seburuk itu ketika kita masih memiliki orang-orang baik di dalamnya.

Bagaimana dengan pendapat Anda sendiri mengenai kartun?