Dunia pendidikan di Indonesia kembali tercoreng. Lima senior yang bersekolah di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) yang berada di Cilincing, Jakarta Utara diduga melakukan penganiayaan kepada 6 juniornya.

Yang membuat kejadian ini semakin menyedihkan adalah karena salah satu mahasiswa yang ternaiaya, Amirullah Adityas Putra (19) tewas. Hasil autopsi RS Polri Kramatjati  yang telah diterima oleh Kapolres Jakarta Utara Kombes Awal Chairudin menyatakan bahwa korban tewas  lantaran menderita pendarahan di beberapa organ vitalnya. Sementara kelima korban lainnya mengalami luka lebam akibat penganiayaan tersebut.

“Kita telah menerima berkas dari rumah sakit. Dari keterangan yang ada, terdapat bercak serapan darah di paru-paru, jantung, dan kelenjar liur di usus korban Amir. Kelima rekannya dalam keadaan luka, memar-memar di tubuh. Kita masih melakukan penyidikan lebih lanjut,” jelas Awal Chairuddin di kantornya Jakarta Utara, Rabu (11/1/2017).

Kelima tersangka yang telah diamankan polisi berinisial SM, WH, IS, AR, dan JK. Para pelaku dijerat dengan Pasal 170 Sub 351 Ayat 3 KUHP dengan ancaman pidana 12 tahun penjara.

Pihak keluarga dari Amirullah merasakan kehilangan yang besar dan mendalam. Bagi keluarganya, Amirullah sempat diharapkan untuk menjadi sosok yang berguna bagi keluarga dan bangsa sebelum ia meninggal. Bagaimana perasaan keluarga korban? Seperti apa pendapat dari kekasih alamarhum Amirullah? Simak ulasan lengkapnya di Tabloid Nyata edisi 2376, yang terbit 14 Januari 2016.