MUFFEST+ 2022 Kampanyekan ’Sarung is My New Style’

MUSLIM Fashion Festival+ (MUFFEST+) dengan tema Muslim Fashion, Muslim Lifestyle resmi dibuka Kamis (21/4) lalu di GrandBallroom The Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta. Sesuai rencana, ajang fashion tahunan yang dihelat Indonesian Fashion Chamber (IFC) tersebut mengampanyekan Sarung is My New Style.

Tujuannya untuk menggaungkan kembali gerakan cinta dan bangga pada produk lokal, khususnya sarung. Kampanye itu sejalan dengan program Kemendikbudristek sebagai Campaign Manager Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia untuk Provinsi Sulawesi Barat.

Beberapa koleksi hasil eksplorasi gaya berpakaian sarung pun ditampilkan dalam seminar Trend Forecasting 23/24 yang bertema Co-Exist. Eksplorasi sarung itu terlihat sangat apik, karena bisa berpadu indah dengan busana muslim.

”Dengan mengangkat kearifan lokal dan pelaku UMKM yang kreatif, Indonesia bisa menjadi tuan rumah untuk pasar fashion muslim global,” ujar Menteri Koperasi Kecil dan Menengah Republik Indonesia Teten Masduki.

Foto: DOK. IFC

|Baca Juga: Buat Para Hijabers! Ini Tips Tampil Simple Namun Stylish Ala Ayudia, Tsana dan Melody

Karya Anak Muda

Dalam rangkaian Opening Ceremony MUFFEST+ 2022 juga ditampilkan hasil karya para pemenang Modest Young Designer Competition (MYDC) dari tahun 2017 hingga 2021. Kompetisi tersebut diinisiasi oleh IFC.

Di antaranya Dyah Ayu Wulansari, Ray Anjas Maulana, Taufik Hidayat, Eugene Kharisma, Bakas Studio dan Beri Aku Waktu by Widiasari. Mereka menampilkan karya kreativitas mereka dalam mengaplikasikan konten lokal dan tren global.

Usai ditampilkan koleksi pembuka dari para pemenang MYDC tersebut, show dilanjutkan dengan parade karya dari desainer ternama. Di antaranya Deden Siswanto, Rosie Rahmadi, Syukriah Rusydi, Aldre, Sulika, Irmasari Joedawinata dan Opie Ovie. Mereka menampilkan ragam busana mulai dari konvensional, kontemporer hingga syari.

Foto: DOK. IFC

|Baca Juga: Berani Bermain Warna, Tren Modest Fashion Tahun ini

Kolaborasi

Bukan hanya itu, gelaran MUFFEST+ hari pertama juga diisi dengan menampilkan busana hasil kolaborasi dengan penggiat sektor fashion muslim. Yaitu Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersinergi dengan IFC.

Di antaranya hasil kreasi desainer Ferry Kuncoro, Dhiah Kahar, Asal, Safira Maisy, Andre Manangga, dan Linda Hamidy Grander

Kemudian Fashion Parade menampilkankarya para member IFC, yaitu Monika Jufry, Feymil Chang X Dekranasda Kabupaten 50 Kota, Nina Nugroho, Batik Chic, Charlie Bravo, dan Rose.Ma.Lina X DefricoAudy.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here