Sudah tiga tahun belakangan ini aktris Chelsea Islan menjadi duta di Yayasan Love Pink Indonesia, yaitu sebuah organisasi sosial yang berfokus pada sosialisasi, deteksi dini dan pendampingan pasien kanker payudara. Aktris yang mempunyai nama lengkap Chelsea Elizabeth Islan ini, dipilih menjadi duta di organisasi sosial tersebut bukan tanpa alasan, selain karena ia adalah orang yang berpengaruh, ia juga berasal dari keluarga survivor kanker payudara.

”Aku dipilih menjadi duta (Yayasan Love Pink Indonesia, red) karena mungkin selain aku artis muda, juga ibu ku sendiri merupakan breast cancer survivor. Dengan begitu saya bisa memberikan breast cancer awareness kepada masyarakat, utamanya perempuan-perempuan muda,” kata Chelsea, saat berkunjung di redaksi Jawa Pos Surabaya, Senin (17/10) lalu.

Berkat perannya di yayasan tersebut, ia pun mendapatkan tawaran bermain film Pinky Promise. Ketika awal dirinya ditawari untuk bermain di film yang menceritakan tentang persahabatan antar perempuan yang terkena kanker payudara itu, tanpa banyak pikir Chelsea langsung menyetujuinya karena Pinky Promise terinspirasi dari yayasan sosial yang diikutinya tersebut.

”Langsung saya bilang oke, karena film Pinky Promise terinspirasi dari kisah nyata beberapa founder Yayasan Love Pink Indonesia. Di dalam yayasan ini ada breast cancer warriors dan survivor,” ungkap pemeran pemeran Ilona dalam film Rudy Habibie ini.

Di film yang ia bintangi tersebut, Chelsea berperan sebagai dirinya sendiri, yakni tak lain  sebagai duta di Yayasan Love Pink. Kendati demikian, ia tetap merasa tertantang untuk memperankanya. Di film yang rilis di bulan Oktober tahun ini tersebut posisi peran Chelsea hanya sebagai cameo sehingga ia menjalani waktu syuting hanya dua hari.

”Aku berperan sebagai Chelsea. Bermain di film ini (Pinky Promise, red), pastinya tantangan baru buat aku. Karena di film sebelumnya aku memerankan karakter orang lain, yang membutuhkan latihan reading berminggu-minggu. Sedangkan di film ini posisi peran ku sebagai cameo dan narator yang belum pernah aku perankan di film sebelumnya,” papar anak pasangan Indra Budianto (ayah)-Samantha Barbara (ibu) ini.

”Kalau di film ini aku harus berusahan lebih mengenal diri sendiri. Pokoknya jadi diri sendiri saja,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Chelsea juga buka-bukaan soal pengalamannya yang tampil botak di film garapan sutradara Guntur Soeharjanto ini. ”Banyak sih pengalaman seru saat syuting film ini. Salah satunya yang membuat aku berkesan adalah aku harus berpenampilan botak. Karena aku dituntut seolah-olah syuting iklan Sadari,” ungkap Pemain Sitkom Tetangga Masa Gitu? (Net TV) ini.

Untuk dapat menjadi botak, model video klip lagu yang berjudul Tak Lagi Sama ciptaan Noah Band ini harus menutup rambut indahnya dengan bald cap. ”Adegan itu seru banget, karena aku harus ngerasain pakai bald cap,” jelas pemeran Lilis Handayani dalam film 3 Srikandi ini.

Untuk mendapatkan bentuk kepala plontos yang sempurna, Chelsea rela berjam-jam didandani  menggunakan bald cap untuk menjadi botak.”Persiapan menggunakan bald cap sekitar tiga jam. Sulitnya, sudah dandan lama, kalau kena panas kadang-kadang akan lepas sendiri. Untuk melepasnya sendiri juga sulit, membutuhkan waktu sekitar sejam, karena harus pelan-pelan menggunakan alkohol,” curhatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here