Tidak salah jika Emma Watson sering mendapatkan peran sebagai perempuan yang suka membaca. Dalam berbagai kesempatan, ia pun sering membagikan rekomendasi buku kepada para penggemarnya, baik melalui saluran media sosial yang ia miliki, atau dalam kesempatan wawancara yang ia dapatkan. Sepanjang karirnya, Watson telah merekomendasikan lebih dari 70 buku dalam berbagai genre kepada para penggemarnya. Mulai dari literatur klasik, buku untuk para feminis, hingga ke judul-judul yang lebih populer.

Emma Watson juga telah mendirikan sebuah klub buku dalam akun media sosial Goodreads, di mana ia bersama para anggota klub membaca dan mendiskusikan buku yang sama. Sepertinya 70 buku terlalu banyak untuk dibahas dalam satu artikel. Karena itu, kali ini Echa akan membagikan 12 buku yang pernah direkomendasikan oleh Emma Watson.

View this post on Instagram

A post shared by Emma Watson (@emmawatson)

1My Life on the Road, Gloria Steinem

Buku yang ditulis dengan gaya seperti sebuah memoar ini memang sangat menginspirasi kaum hawa, terutama bagi mereka yang sering keliru atau salah kaprah tentang makna dari istilah feminis.

2The Color Purple, Alice Walker

Buku ini mengisahkan tentang kehidupan seorang wanita kulit hitam di daerah selatan Amerika Serikat pada tahun 1930-an. Celie, tokoh utama buku ini, mampu membuktikan bahwa cinta dan harapan itu selalu ada bahkan jika dalam hidupnya ia sering kali dilecehkan.

3The Fault in Our Stars, John Green

Buku yang mengisahkan tentang kehidupan penderita kanker Hazel Grace setelah bertemu dengan Augustus Waters ini bukan hanya menguras emosi dan air mata, tapi juga berisi gagasan-gagasan filosofis yang disampaikan lewat dialog di antara kedua tokohnya.

Baca juga: 5 Buku Tentang Perempuan Rekomendasi Emma Watson

4The Opposite of Loneliness, Marina Keegan

Buku ini berisi kumpulan esai dari Marina Keegan, yang lulus dengan predikat magna cum laude dari universitas Yale dan meninggal dalam kecelakaan mobil lima hari setelah lulus. Esai-esai dalam buku ini menunjukkan gagasan dan pandangan Keegan tentang berbagai hal dalam hidup.

5The Perks of Being a Wallflower, Stephen Chbosky

Buku yang versi filmnya juga dibintangi oleh Emma Watson ini mengisahkan tentang seorang remaja bernama Charlie yang mengirimkan surat kepada seseorang yang tidak diketahui oleh pembaca. Surat-surat Charlie ini berisi tentang berbagai hal dan permasalahan yang sering ditemui anak remaja.

6Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking, Susan Cain

Buku ini adalah buku yang Echa sendiri juga akan rekomendasikan kepada pembaca Nyata sebagai seorang introvert. Quiet menceritakan tentang kelebihan para introvert, dan juga bisa menjadi pedoman bagi para ekstrovert untuk lebih memahami para introvert.

7The Little Prince, Antoine de Saint-Exupery

Melihat dari judul dan cover bukunya, mungkin sebagian besar pembaca Nyata akan menganggap buku ini adalah buku anak-anak. Tapi, dalam kisah sederhana tentang seorang bocah yang meninggalkan planetnya dan menjelajah antariksa ini juga banyak terselip metafora yang bisa direnungkan oleh orang dewasa.

8Lolita, Vladimir Nabokov

Tema dari buku ini mungkin sedikit kontroversial, tentang seseorang yang terlalu mencintai putri tirinya sendiri. Tapi, Echa tetap merasa pembaca Nyata perlu membaca buku ini bukan hanya untuk menyadari bahwa orang seperti Humbert memang ada di sekitar kita, tapi sebagai karya sastra pun, terlepas dari temanya, Lolita termasuk sebuah karya sastra yang luar biasa.

9Norwegian Wood, Haruki Murakami

Mirip dengan Lolita, tema buku ini mungkin sedikit tabu untuk sebagian pembaca Indonesia. Tapi, Echa menganggap buku ini patut dibaca karena di balik tema yang cukup kelam dan vulgar, terdapat keindahan yang unik di dalam rangkaian kalimat dan kata-katanya.

10A Thousand Splendid Suns, Khaled Hosseini

Bagi Echa, buku ini termasuk dalam daftar buku yang harus dibaca walaupun hanya satu kali. Jalan cerita yang benar-benar berkesan, juga cara Hosseini mengemas dan membawakan ceritanya, membuat kita mampu merasakan penderitaan dan perjalanan hidup kedua wanita dalam jerat kehidupan di Afghanistan.

11The Catcher in the Rye, J. D. Salinger

Buku ini bercerita tentang Holden Caulfield, yang melihat dunia dari sudut pandang yang begitu sinis dan terkesan seperti suka mengeluhkan banyak hal. Tapi, cara Salinger mengisahkan ceritanya mampu membuat kita merasa berada dalam posisi Holden, dan mungkin bisa sependapat dengannya.

12The Kite Runner, Khaled Hosseini

Sama seperti A Thousand Splendid Suns, buku ini menunjukkan wajah hidup dan kehidupan di Afghanistan yang mungkin sebelumnya tidak banyak orang tahu. Sekali lagi, cara Hosseini menyajikan kisahnya pun membuat kisah ini seakan terus hidup walau kita sudah menuntaskan membacanya.

Beberapa dari buku yang direkomendasikan oleh Emma Watson dari 12 daftar buku di atas memang masih belum tersedia dalam edisi bahasa Indonesia, tapi justru karena itu Echa merasa perlu menyarankan pembaca Nyata untuk mencari dan membaca buku-buku tersebut. Ada banyak sekali buku yang bisa memotivasi dan, mungkin, mengubah hidup kita, hanya saja kita belum menemukannya hanya karena buku itu belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Baca juga: 5 Buku Tentang Perempuan Rekomendasi Emma Watson

Echa sendiri merasa bahwa membaca buku dalam bahasa Inggris itu seperti berpetualang dalam dunia kata. Terkadang, kita akan menemukan sebuah kisah, atau satu kata, yang bisa saja akan mengubah hidup kita selamanya. Dan mungkin saja pembaca Nyata akan menemukan hal yang serupa dalam salah satu buku di atas.

Selamat membaca.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here