Lesti Kejora Cabut Laporan, Rizky Billar Tak Langsung Bebas. Polisi: Tidak Semudah Itu!

Melangkah kembali ke ruang tahanan Rizky Billar berujar Lesti Kejora bakal cabut laporan kasus KDRT. “Istri saya bakal cabut laporan,” kata Rizky Billar di Polres Jakarta Selatan pada Kamis (13/10) lalu.

Menyoal tentang laporan pencabutan tersebut, pihak kepolisian mengkonfirmasi bahwa tak bisa langsung membebaskan Rizky Billar karena masih ada beberapa ketetapan pihak hukum yang harus dihormati.

“Karena sudah naik ke penyidikan dan penetepan tersangka, hal ini tak semerta menggugurkan status Rizky Billar sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan pada Jumat (14/10).

Baca Juga | Rizky Billar Resmi Jadi Tersangka Kasus KDRT. Terancam 5 Tahun Penjara!

Foto: Dok. Instagram/@lestikejora

Kepolisian setempat menyatakan bahwa penyidik sudah menyampaikan SPDP ke kejaksaan sehingga proses pencabutan laporan yang dilakukan Lesti harus dilakukan dengan berkoordinasi ke pihak jaksa.

“Karena SPDP sudah disampaikan oleh penyidik ke kejaksaan sehingga kalau kita hentikan, jaksa akan tanya alasan dihentikannya apa. Nanti akan ada gelar perkara apakah dapat dihentikan sesuai permintaan pelapor atau harus tetap dilanjutkan,” katanya.

Dalam kata lain, pencabutan laporan yang dilakukan Lesti tak sepenuhnya menjamin Rizky Billar dapat sesegera mungkin bebas. Sebelum mencabut laporan, Lesti memutuskan menempuh jalur damai dengan Rizky Billar demi keberlangsungan rumah tangga.

Rizky Billar ditahan oleh Kepolisian Metro Jaya. Foto: Dok. Detikcom

Baca Juga | Resmi Jadi Tersangka, Rizky Billar Tak Masalah Dipenjara Asal Tidak Cerai

Dalam surat perjanjian perdamaian itu, terdapat tanda tangan Lesti dan Rizky Billar di atas materai yang disaksikan beberapa pengacara: Hotman Sitompul, Wijayono, Endang, dan Benny.

Menanggapi hal tersebut, Komnas Perempuan mengatakan bahwa jalur damai bukanlah solusi yang baik. “kami mengingatkan bahwa dalam KDRT ada siklus fase kekerasan, minta maaf, hubungan kembali membaik dengan cepat dan bentuk kekerasannya dapat memburuk,” ucap Komisioner Komnas Perempuan, dilansir dari Detik pada Kamis (13/10) lalu.

Maka, penyelesaian jalur damai yang disepakati Lesti Rizky dianggap bukan pilihan yang pas karena ditakutkan terjadi keberulangan kekerasan. *bri/ika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here