Pemanis Buatan, Aman atau Justru Berbahaya?

Mungkin banyak yang mengira pemanis buatan bisa menjadi alternatif pengganti gula, untuk menjaga kesehatan tubuh dari penyakit diabetes. Mereka juga berpikir pemanis buatan memiliki kalori lebih sedikit dibandingkan dengan gula pasir, sehingga tidak menyebabkan kegemukan. Dari iklan-iklan produk pemanis buatan pun, mereka juga mengutamakan “kesehatan.” Sehingga para warga menjadi ketakutan untuk mengkonsumsi gula alami. Tetapi apakah pemanis buatan ini memang benar-benar aman jika digunakan sebagai pengganti gula? Atau sebaliknya, justru tidak aman jika dikonsumsi berkala?

Pemanis buatan yang kita kenal saat ini, kebanyakan dari mereka menggunakan aspartame sebagai bahan pemanis utamanya. Tidak hanya digunakan sebagai pemanis buatan, aspartame juga digunakan lebih dari 6.000 produk diet dan rendah kalori lainnya. Memang sebenarnya aspartame diijinkan oleh para peneliti. Akan tetapi setelah penelitian lebih lanjut, ternyata Aspartame tidak benar-benar aman untuk dikonsumsi oleh manusia dalam jangka panjang. Beberapa contoh penyakit yang ditimbulkan oleh kimia ini antara lain adalah kanker dan juga gagal ginjal! Ngeri juga yah.

Menurut dokter Ralph Walton, M.D dari Amerika Serikat, Aspartame mampu merusak tubuh manusia secara perlahan, sebab itulah kita harus menghindarinya. Efek kerusakan organ tubuh akan terlihat dalam penggunaan berkala dalam jangka panjang, baik menyebabkan kerusakan ringan ataupun berat. Selain itu, dr. Ralph Walton menambahkan bahwa Aspartame juga mampu menyerang mood seseorang, membuat mereka mudah cemas, panik, pusing, mual, gangguan ingatan dan konsentrasi. Terlebih aspartame juga bisa menyebabkan tumor otak, yang sangat berbahaya. Ada juga yang mengalami kejang-kejang, dan mengakibatkan kematian.

Jika aspartame memang tidak aman jika dikonsumsi berjangka panjang, kenapa pihak FDA (Food & Drug Administration) di Amerika Serikat mengijinkan peredaran produk tersebut? Hal ini dikarenakan saat persetujuan itu dilakukan oleh Donald Rumsfeld, yang pada saat itu menjabar sebagai CEO perusahaan G.D. Searle & Company (tahun 1977 hingga 1985). Saat itu, perusahaan tersebut merupakan marketing utama produk NutraSweet, pemanis buatan yang juga menggunakan aspartame. Jadi tentu saja ia tak mau kehilangan kesempatan untuk meraih penghasilannya tersebut.

Baca Juga:  Dinkes Pemprov Jatim Bakal Gelar Operasi Katarak Gratis

Dari artikel ini, kita bisa belajar, lebih baik memakai penggunaan gula alami sebagai pemanis minuman. Sebagai alternatif, madu juga sangat baik sebagai pengganti gula.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here