Diet Mengurangi Konsumsi Karbohidrat, Sehat atau Berbahaya?

0
250

Sebagai seorang warga Indonesia, konsumsi karbohidrat menjadi menu sehari-hari untuk penambah energi. Umumnya, di Indonesia memilih nasi sebagai konsumsi utama mereka. Tapi dibeberapa wilayah tertentu juga mengkonsumsi jagung, ubi, dan juga sagu untuk sumber karbohidratnya. Namun bagi sebagian warga yang memiliki kelebihan badan, sangat bingung untuk memilih cara diet yang sehat. Banyak tips dan cara diet yang ada di majalah atau media lain, salah satunya adalah diet untuk mengurangi konsumsi karbohidrat itu sendiri. Tapi apakah dengan diet karbohidrat itu akan berdampak sehat atau justru berbahaya?

Awalnya kita bahas terlebih dahulu apa sih sebenarnya kegunaan zat karbohidrat bagi tubuh kita. Karbohidrat berfungsi sebagai penambah energi, setiap gram karbohidrat terdapat 4 kalori. Dan kalori dibutuhkan tubuh untuk mengerjakan pekerjaan harian. Karbohidrat juga membuat kita merasa kenyang. Namun sebagian lainnya akan disimpan dalam darah sebagai glukosa (gula untuk sumber tenaga), sebagian lain di darah dan otot akan diubah menjadi glikogen (simpanan makanan), dan sebagian lainnya akan diubah menjadi lemak di jaringan otot sebagai cadangan energi. Nah dengan mengkonsumsi karbohidrat cukup, tentu hal ini akan membuat kita energik dalam melakukan aktifitas. Namun jika kita mengkonsumsinya terlalu banyak, maka kita akan mengalami banyak gangguan atau penyakit. Misalnya obesitas (karena banyak kandungan lemak didalam tubuh), diabetes (karena terlalu banyak gula), dan sebagainya.

Untuk diet karbohidrat bagi kamu yang mengalami obesitas memang cukup efektif jika dilakukan dalam jangka pendek. Dengan membatasi jumlah karbohidrat, kamu akan memaki sisa cadangan makanan yang ada di dalam tubuhmu untuk menjadikannya energi. Bayangkan saja jika sepiring nasi berisi 250 kalori (belum lauk), untuk menghilangkan 250 kalori kamu memerlukan: 20 menit berenang, 20 menit bersepeda, atau 15 menit berlari. Dengan membatasi 1 piring nasi, maka kamu bisa mengurangi 250 kalori dalam tubuh, dan jika kamu bisa mengurangi 7700 kalori, maka kamu berhasil menurunkan 1 kg berat badanmu. Tentu saja dengan memperbanyak olah raga, maka lebih banyak kalori yang terkuras, sehingga cadangan makanan di tubuhmu juga akan cepat berkurang, sehingga berat badanmu tentu saja akan menurun.

Dan bagaimana kita terasa kenyang jika kita tidak memakan karbohidrat? Sebenarnya hal ini perlu dibiasakan, sebab dari kecil sebagai warga Indonesia kita sudah memakan nasi, sebagai karbohidrat utamanya. Namun coba kita lihat di wilayah barat, apakah mereka juga kelaparan saat mereka tidak mengkonsumsi karbohidrat yang tinggi? Yap! Mereka mengkonsumsi protein tinggi untuk mengatasi rasa lapar. Zat Protein ini sangat berguna bagi tubuh manusia, bahkan namanya diambil dari bahasa Yunani yaitu “protos” atau “yang utama.” Sama seperti karbohidrat, Protein memiliki peran untuk menghasilkan energi, dan juga sangat baik untuk perkembangan otot (otot sendiri adalah penghancur lemak alami di dalam tubuh). Banyak makanan mengadung protein yang sangat baik bagi tubuh kita sebagai pengganti karbohidrat. Misalnya saja makanan olahan dari dada ayam tanpa lemak, kacang-kacangan, daging tanpa lemak, telur, dan ikan. Protein juga terdapat pada kentang, meskipun kentang juga memiliki zat karbohidrat. Jadi kamu juga bisa mengganti nasi dengan kentang. Sedangkan untuk serat kamu bisa memakan sayur sebagai pendamping proteinmu. Buah-buahan bisa menjadi pendamping yang baik untuk mendapatkan mineral dan vitamin.

Nah, sebelumnya saya berkata diet ini aman dan efektif jika digunakan dalam jangka pendek. Tetapi diet ini juga memiliki resiko berbahaya jika digunakan dalam jangka panjang. Kekurangan gula akan membuatmu lemas dan tak bertenaga atau parahnya kamu bisa terkena penyakit Hipoglikemia. Diet karbohidrat juga sangat berbahaya jika dilakukan oleh ibu hamil, sebab mereka harus memerlukan banyak asupan gizi yang baik agar bayi di dalam kandungan mereka tetap sehat.