5 Buah Penangkal Kanker

0
735

Di masa sekarang ini, penyakit kanker menjadi salah satu penyakit yang menakutkan banyak orang. Meski begitu, bukan berarti kita tidak bisa mencegahnya.

Dengan cara yang sangat sederhana, kita bisa menghidarkan diri kita dari penyakit tersebut. Caranya mudah, yaitu dengan mengonsumsi buah-buahan yang bersifat antikanker. Apa buah penangkal kanker?

1Buah Delima

Kaya asam elagik, membuat buah delima mampu memperlambat pertumbuhan sel kanker. Asam tersebut juga berfungsi menonaktifkan senyawa penyebab kanker.

Baca juga: Diet Pisang, Benarkah Melangsingkan?

2Buah Alpukat

Kalau selama ini Anda mengira pisang merupakan buah dengan kandungan potasium tertinggi, Anda salah. Sebab, ada buah yang kandungan potasiumnya melebihi pisang, yaitu alpukat. Faktanya, dalam satu butir alpukat terdapat 975 miligram potassium. Sedangkan pisang ukuran sedang hanya mengandung potasium setengahnya, atau 487 miligram. Potasium merupakan jenis elektrolit yang berperan penting untuk menghidrasi tubuh. Nutrisi tersebut juga mampu menurunkan tekanan darah, menunjang kesuburan, serta menjaga kesehatan otak dan syaraf.

Terkait dengan kanker, buah yang mengandung lemak baik ini memiliki antioksidan kuat, yaitu glutathione. Antioksidan ini berfungsi melawan radikal bebas dalam tubuh, sehingga dapat mencegah kanker.

Baca juga: 5 Manfaat Air Kelapa Hijau Untuk Perempuan

3Buah Anggur

Anggur merah dan ungu memiliki senyawa resveratrol, yang mampu memperlambat pertumbuhan sel kanker dan tumor di hati, perut, dan payudara. Selain itu, sifat antikanker anggur juga berkaitan dengan senyawa likopen yang terdapat dalam buah tersebut.

Baca juga: 3 Bahaya Teh Hijau yang Kurang Baik Untuk Kesehatan

4Buah Beri

Semua buah beri seperti strawberry, blueberry, blackberry, mulberry, maupun raspberry kaya antioksidan. Senyawa ini bisa menurunkan risiko kanker. Khusus blueberry memiliki anthocyanoside. Senyawa ini termasuk antioksidan kuat yang efektif menangkal kanker.

Baca juga: 15 Manfaat Daun Mint

5Buah Naga

Buah ini kaya antioksidan, sehingga bersifat antikanker. Meski kandungan seratnya rendah, namun serat itu tetap bisa membantu mengeluarkan racun yang memicu kanker.