Kisah Unik Lenny Maughan, Pelukis dengan Berlari

Lenny Maughan (Foto : Strava)
Lenny Maughan (Foto : Strava)

Bagi sebagian besar orang, berlari adalah hal yang biasa dan sudah terbiasa dilakukan. Berbeda dengan pelukis satu ini, Lenny Maughan yang berlari tidak hanya sebatas melangkahkan kaki melainkan sebuah seni.

Ya, Lenny Maughan telah berhasil menciptakan karya dari langkah kakinya dengan cara berlari. Dia menamainya ‘Running Art’. Dengan berbekal aplikasi kebugaran, pelukis asal San Francisco, California, ini ‘melukis’ jalanan kota dengan langkah kakinya saat berlari.

| Baca Juga : YouTuber Denmark Ini Bantu Bangun Jembatan dan Masjid di Wakatobi

Lenny sebetulnya sudah lama melakukan seni ini. Dilansir dari The Guardian, Lenny mengaku telah melukis di aplikasi Strava selama lebih dari empat tahun. Namun, namanya baru dikenal luas pada 2019 lalu. 

Ketenaran bukanlah tujuan dari Lenny, karya itu bisa tersebar karena adanya andil dari seorang teman yang iseng menyebarkannya di internet. Sejak itulah, Lenny menjadi kian dikenal di Reddit. 

Salah satu karya yang melambungkan nama Lenny Maughan adalah sketsa wajah Seniman Meksiko, Frida Kahlo. Untuk membuat karya tersebut, Lenny membutuhkan waktu untuk berlari selama enam jam dan delapan menit. 

Jaraknya pun juga tidak main-main, untuk menghasilkan karya tersebut Lenny harus berlari sejauh 28,9 mil atau 46,5 kilometer. Jarak tersebut lebih jauh dari jarak lari maraton penuh yang berjarak 42 km. 

Dari peta San Francisco yang terpampang di Strava, terlihat bagaimana Lenny melahap area yang cukup luas, bahkan hingga ke Bay Area, di mana dia melukis rambut Kahlo.

| Baca Juga : Kisah Kakek Arifin, Setia Menunggu Pasangan Hingga Akhir Hayat

Rute yang ditempuh oleh Lenny juga tidak semuanya datar, Pria yang sudah lebih dari dua dasawarsa tinggal di San Francisco itu merasakan elevasi sampai 3.500 kaki atau 1,067km.

Hingga kini, Lenny tercatat telah membuat unggahan mengenai karyanya sekitar 100 gambar yang dia unggah di instagram pribadinya. 

Pada 2015 lalu, Lenny memulainya dengan berniat memberi penghormatan kepada Leonardo Nimoy.

Nimoy menang dikenal sebagai ikon dunia seni. Bedanya, Nimoy juga merupakan seorang aktor legendaris berkat perannya sebagai Captain Spock di serial televisi ‘Star Trek’.

Namun Nimoy harus wafat pada 2015 lalu, dan itulah yang menginspirasi Lenny untuk memulai proyeknya tersebut. Dia pun kemudian melukis tanda jari Vulcan yang identik dengan Spock.

Rupanya, Lenny Maughan seperti candu terhadap proyeknya ini. Dia kemudian menggambar sebuah televisi di tempat lahirnya perangkat tersebut. Tidak hanya itu, dia juga menggambar logo Batman. 

Jika pada akhirnya Maughan memutuskan untuk mengubah larinya jadi karya seni, itu bukan kebetulan. Sebab, sedari belia dia memang sudah menyukai menggambar.

“Waktu aku kecil semua orang berpikir aku akan menjadi seniman ketika sudah dewasa. Aku tak pernah berhenti menggambar,” kenangnya kepada The Guardian.

Hal menarik, ketika masih kecil perangkat gambar favorit Lenny Maughan adalah Etch A Sketch. Etch A Sketch sendiri adalah mainan gambar mekanis yang dinobatkan jadi salah satu mainan paling kreatif di abad ke-20.

| Baca Juga : Rumah Kontrakan Diubah Jadi Ladang Ganja, Satu Keluarga Kaget

Apa yang dilakukan Lenny di Etch A Sketch dan Strava itu sebenarnya tidak jauh berbeda. Di kedua medium tersebut gambar bisa dihasilkan dengan menarik garis tanpa boleh terputus.

Namun, kesalahan di Etch A Sketch tentunya akan lebih mudah untuk diperbaiki. Ketika melukis di Strava, kesalahan betul-betul harus dihindari karena itu berarti Maughan harus mengulang larinya lagi.

“Kamu tak bisa melihat garis-garis yang sudah digambar sampai kamu selesai berlari. Jadi, ketika semua selesai dan kamu bisa melihat hasilnya, rasanya sangat menyenangkan,” tutur Maughan kepada media lokal, SF Gate.

Satu hal yang harus diketahui ialah, menggambar di Strava bukanlah hal yang mudah. Lenny harus membuat sketsa terlebih dahulu sebelum mengeksekusi karyanya di jalanan. 

“Aku mencetak selembar peta terlebih dahulu dan membuat sketsa gambar berbentuk tangan di Market Street dan jari-jari lain, jempol, dan lengan jadi terbentuk dengan sendirinya,” tutur Maughan soal prosesnya menggambar simbol tangan Vulcan tadi.

Bagi Lenny, berlari sambil menggambar ini merupakan wujud kecintaannya kepada San Francisco. Menurutnya, dengan melakukan itu, dia merasa bisa betul-betul memiliki kota tersebut.

“San Francisco adalah kanvasku. Aku menggunakan jalan-jalannya sebagai pedoman untuk apa yang akan kulakukan, menemukan bentuk, dan mewujudkannya. Ini membuatku jadi lebih merasa memilikinya,” jelas Maughan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here