Tahun 2016, seakan menjadi tahunnya aktor muda Angga Aldi Yunanda. Nama dan wajahnya semakin familiar, lewat perannya sebagai Erick di sinetron striping Mermaid In Love (SCTV). Bahkan ia sukses meraih satu penghargaan, sebagai Pendatang Baru Paling Ngetop di ajang SCTV Award. Namanya juga masuk dalam nominasi diajang Panasonic Gobel Award 2016.

Menurut Angga, apa yang diraihnya saat ini, tidak lepas dari kerja kerasnya. Keinginan untuk menjadi seorang entertainer, dibuktikan dengan banyak belajar dan rela untuk mendapatkan kritik dari mereka yang berpengalaman di bidangnya.

“Saat baru merintis, kritikan banyak sekali datang. Terutama saat berhadapan dengan kamera. Gak mau terlalu Baper, aku tetap jalani semuanya, walau kadang terasa pahit,” ungkap Angga kepada TabloidNyata.com, Selasa (6/12) siang.

Aktingnya pun sempat diremehkan oleh teman-temannya di Lombok. Tepatnya saat ia memulai karir di sinetron pertamanya Malu-Malu Kucing, tahun 2015 lalu. Kritikan, menurut Angga bagian dari membangun dan memperbaiki kekurangannya.

“Justru aku senang dikritik. Diremehkan juga senang. Aku mengambil sisi positifnya untuk terus belajar dan menggali kemampuanku sampai maksimal. Dan bersukur, sekarang aku memetik hasilnya. Semoga saja aku terus membaik,” harap Angga.

Tidak hanya kritikan, perjalanan karir Angga di dunia akting juga harus dibayar mahal. Ia rela berkorban untuk jauh dari kedua orang tuanya M. Nasir (Ayah) dan Juliati Mahsur (Ibu), yang sama-sama berprofesi sebagai guru di Lombok

“Iya kangennya tuh luar biasa sama ayah dan ibu. Mereka tetap di Lombok, karena ada tanggung jawabnya sebagai seorang guru. Saya yang terbang dan menjauh, demi karir yang saya jalani. Initinya tetap memegang pesan keduanya, mengutamakan pendidikan. Kalau kangen banget, langsung video call sama mereka. Kakakku sama aku di Jakarta,” terang Angga yang kini disibukkan kembali dengan sinetron lanjutannya berjudul Mermaid In Love 2 Dunia.