Pertandingan final Piala AFF yang mempertemukan Indonesia dengan Thailand, diyakini Judika akan berlangsung sengit. Menurut laki-laki bernama lengkap Judika Nalon Abadi Sihotang ini, Timnas Indonesia akan belajar banyak dari kekalahan 4-2 di penyisihan grup saat bertemu dengan Thailand.

“Saya yakin pelatih (Alfred Riedl) sudah melihat beberapa ruang yang lemah. Dengan waktu yang ada, hal itu sudah pasti akan dibenahi. Terutama di lini belakang Timnas Indonesia. Kemasukan empat gol di laga awal penyisihan grup, saya harap tidak terjadi lagi. Ini trauma yang harus dihilangkan di final nanti. Jangan sampai kebobolan di kandang,” ungkap Judika, kepada Nyata Online, Jumat (9/12) siang.

Menurut pelatun lagu Bukan Dia Tapi Aku ini, koordinasi Timnas Indonesia antara pemain satu dengan lainnya sudah sangat baik. Kontrol bola pun sangat bagus. Namun, untuk memainkan tempo, dengan cara mengoper bola untuk mencari celah di lini pertahanan lawan, hal ini harus dipertajam lagi.

“Secara produktivitas gol, timnas kita sudah baik. Tapi akan lebih baik lagi, jika bisa memaksimalkan banyak peluang. Umpan terobosan harus lebih banyak dan bisa dengan jeli melihat ruang atau celah. Dengan kelincahan Boas Salossa dan Stefano Lilipaly yang dibantu Andik Firmasah, lini depan kita sangat kuat dan bagus,” papar Judika.

Ia berharap, bermain pertama di kandang, Timnas Indonesia bisa steril dari kebobolan. Sebaliknya ia berharap betul, Timnas Garuda mampu mencuri gol di kandang sendiri. Sehingga bisa menjaga produktivitas gol dengan baik saat harus bermain di kandang Thailand. Dan menjadi juara.

Hingga kini, Judika belum bisa memastikan akan menonton langsung ke stadion atau tidak. Ia masih melihat waktu dan jadwalnya yang ada. Namun, ia akan menyaksikan pertandingan tersebut, baik di stadion maupun di televisi.

“Dari dulu saya nggak pernah ketinggalan untuk melihat Timnas bertanding. Apalagi final. Buat saya wajib nontonnya,” ungkap suami Duma Riris Silalahi ini. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here