“MAS IDAYU” Tidak Galak, Tapi Tegas

0
69

Acara D’ Academy Asia kian populer saja. Hal itu tak lepas dari penampilan para peserta, host dan tentu komentatornya. Salah satu komentator yang cukup ‘mencuri’ perhatian adalah Mas Idayu asal Malaysia. Sosok yang kerap digosipkan dekat dengan Saipul Jamil ini memiliki karakter  agak galak. Meski begitu, dia mengaku tak galak, melainkan hanya tegas. Mas Idayu adalah satu penyanyi yang memperjuangkan musik dangdut agar bisa diterima di negaranya. Berbagai macam prestasi dan penghargaan pun sudah diraihnya.

Mas Idayu bersama dengan Saipul Jamil. Foto: DOKPRI

Di sela-sela kesibukannya di studio 5 Indosiar, Jumat (11/12), Mas Idayu menceritakan pada Nyata  mengenai perjalanan karir dan perjuangannya.

Mas Idayu yang lahir di Kota Tinggi, Johor, mengaku sejak usia 7 tahun sangat suka menyanyi. Namun, ia tidak pernah mengikuti latihan vokal untuk mengasah bakatnya. Ia belajar secara otodidak. Ia rajin mendengarkan orang bernyanyi di radio, apapun jenis musiknya.

”Aku dengar orang menyanyi jazz seperti apa, menyanyi pop seperti apa. Aku mendengar dan mempelajarinya sendiri. Aku belajar lenggak lenggok musik melayu,” ujar wanita yang mempunyai tiga cita-cita, penyanyi, pramugari, dan guru, saat masih kecil itu.

Selama sekolah Mas Adayu sering diundang untuk tampil di cara pernikahan dan ulang tahun. Dia juga sering mengikuti lomba nyanyi. ”Cuma nggak terlalu sering, harus kosentrasi sekolah,” terang wanita kelahiran Johor, 10 Januari 1969 itu.

Setelah lulus sekolah (setingkat SMA) pada tahun 1987, wanita yang memiliki nama lengkap Masidayu binti Mesnun itu baru diperbolehkan menjadi penyanyi profesional. Dia mengawali karirnya bukan sebagai penyanyi dangdut. Ia memulai karirnya dengan  ikut perlombaan bintang remaja yang diadakan  RTM TV1 (televisi pemerintah). ”Saat mengikuti perlombaan itu usiaku 19 tahun. Di ajang tersebut, aku  mendapatkan juara tiga,” paparnya.

Foto bersama Mas Idayu dengan para juri “D’ Academy Asia”. Foto-Dokpri

Sejak itu karirnya terus menanjak dan bikin beberapa album. Sayang beberapa albumnya yang berjenis musik Malayu dan Pop kurang laku di pasaran. Akhirnya, dia digandeng Warner Music Malaysia untuk  bikin album dangdur. ”Pihak Warner Music Malaysia menilai aku punya  potensi menyanyikan lagu berirama dangdut. Aku ini awalnya  penyanyi lagu-lagu tradisional Melayu, jadi irama musik dangdut bukan hal baru buatku. Akhirnya bersama Warner Music Malaysia, aku membuat album dangdut yang pertama, Cintaku 100%. Ternyata album tersebut langsung booming,” ungkapnya.

Sejak saat itu  Mas Idayu dikenal sebagai penyanyi dangdut.  Dia juga disejajarkan penyanyi-penyanyi papan atas Malaysia era 90-an dari berbagai genre lain, seperti Sheila Majid, Amy Mastura, dan Fauziah Latif. Bahkan, ia berhasil menaikkan musik dangdut dari musik kelas bawah menjadi musik yang diperhitungkan dalam industri musik di Malaysia.

Perjuangannya di jalur musik dangdut juga dilakukannya dengan bergabung dalam  program reality, Mentor. ”Sudah tiga musim aku terlibat di Mentor. Di Mentor musim ke tiga, anak didikku, Black Hanifah, berhasil keluar sebagai juara,” kata ibu satu anak ini.

”Diprogram ini aku bertindak sebagai seorang pengajar. Aku dikenal keras dan galak. Memang karakterku seperti ini. Kalau bekerja aku selalu serius. Aku paling tidak suka orang yang tidak fokus. Tapi yang penting dia juara,” imbuhnya.

Itu sebabnya sebagai komentator D’ Academy Asia, ia tidak pernah bicara dengan lembut. Ia selalu bicara dengan kata-kata yang tegas dan lugas. *omi/dro