Dipesan Presiden Jokowi, Penjual Sate Kere Ini Siapkan Lebih dari 10.000 Tusuk Sate

0
109
Penjual Sate Kere
Foto: Hafidz/Tabloid Nyata

Memberikan konfirmasi adalah hak semua orang, tak terkecuali seorang penjual sate kere. Sejak kabar jika sate buatannya menjadi salah satu menu dalam resepsi pernikahan Kahiyang-Bobby menyebar luas, nama Tugiyem atau yang lebih dikenal dengan Mbak Tug langsung jadi perbincangan.

Informasi yang beredar, sate kere buatannya adalah langganan keluarga presiden Joko Widodo sejak lama. Namun ditemui ketika tengah menyiapkan sate kere di rumahnya, Jalan Sumbawa, Kampung Setabelan, Surakarta, Selasa (7/11) siang, ia membeberkan fakta yang berbeda.

Penjual Sate Kere
Foto: Hafidz/Tabloid Nyata

Menurut wanita yang tak tahu tanggal lahirnya itu, Selvi, menantu pertama Jokowilah yang merupakan pelanggan setianya. ”Istrinya Mas Gibran (Selvi, red) langganan saya dari TK. Pas rolasan (makan siang, red) Mbak Selvi dan Mas Gibran sering ke tempat saya,” bebernya.

”Terus ada yang bilang kalau itu (Gibran, red) putranya Pak Jokowi. Lah Selvi langganan saya dari kecil, dari TK lari sana-sini. Sekarang dapat anaknya Pak Jokowi,” imbuh Tugiyem.

Baca juga: Ternyata Presiden Singapura Pernah Jualan Nasi Padang

Jokowi sendiri terhitung jarang makan di tempatnya. Namun, Tugiyem mengaku sudah mengenal presiden ke-7 Indonesia itu sejak masih menjabat sebagai wali kota Surakarta. ”Kalau Pak Jokowi itu waktu jadi walikota Solo, saya diajak pameran ke mana-mana,” kenangnya.

Penjual Sate Kere
Foto: Hafidz/Tabloid Nyata

”Pameran pertama itu di Jakarta, Semanggi Expo. Suami saya waktu mbenakke terop (membetulkan tenda pameran, red), naik tangga, Pak Jokowi yang megangi kakinya,” ujar nenek tiga cucu ini.

Kedekatan Tugiyem dengan keluarga Jokowi membuatnya banyak menerima hadiah, seperti rak dan gerobak untuk berjualan. Hanya saja, saat diminta menerima hadiah berupa tempat jualan baru, ia menolak.

”Tadinya kan mau dikasih tempat, disuruh milih. Saya nggak mau, takut nggak laku kalau ganti tempat. Saya biasanya jualan ya gerobak ditempel di tembok depan parkiran gitu aja,” ungkap Tugiyem.

Penjual Sate Kere
Pesanan 4500 tusuk (pagi) dan 3750 tusuk (sore). Foto: Hafidz/Tabloid Nyata

Sebelum dikenal sebagai langganan keluarga Jokowi, sebenarnya sate kere buatan Tugiyem sudah laris manis dan banyak dikenal di kalangan warga Solo. ”Sate saya itu sate kere, tapi yang makan bos-bos, pejabat. Kok bisa kayak gitu, saya juga nggak tahu,” ungkapnya polos.

Baca juga: Jonker Street, Pusat Street Food Melaka

Menurut Tugiyem, yang spesial dari sate kerenya adalah tempe kedelai dan tempe gembusnya. Ia memesan kedua jenis tempe tersebut dari sebuah home industry milik Ibu Benik di Mojosongo, Jebres, Surakarta.

”Kalau situ (Ibu Benik, red) libur ya saya cari tempe yang plastikan tapi kok kayak asem gitu kecut-kecut,” ujar wanita asal Sukoharjo, Surakarta ini.

Tugiyem mengaku tak pernah menghitung dengan pasti berapa keuntungan bersihnya dari berjualan sate kere. Namun setiap hari, ia biasa membawa pulang uang sebesar Rp1.700.000 di hari biasa dan Rp2.000.000 di hari libur.

”Untung sehari nggak pernah ngitung, yang penting saya dapat cukup buat harian, buat kulakan lagi, lebih ya disimpan,” jelasnya.

Penjual Sate Kere
Foto: Hafidz/Tabloid Nyata

Satu porsi sate kere dijual Tugiyem dengan harga Rp28.000. Ia tak pernah mengambil libur dan berjualan setiap hari di Jalan Arifin Nomor 63 sejak pukul 13.00 WIB hingga dagangannya habis.

Untuk resepsi pernikahan Kahiyang dan Bobby, Kamis (8/11), Tugiyem kedapatan pesanan 11.000 tusuk sate. Rinciannya 4500 sate tempe kedelai, 2750 sate tempe gembus, dan 3750 sate jeroan. Jumlah yang tak sedikit itu ia siapkan bersama suami dan dua belas orang tetangganya sejak dua hari sebelumnya. *adi/fel

Selain kisah penjual Sate Kere yang dipesan untuk pernikahan Kahiyang-Bobby, baca juga info-info terbaru selebriti Indonesia lainnya di Tabloid Nyata edisi 2419 terbit tanggal 11 November 2017.