Demam Harry Potter kembali mewabah di antara para penikmat film, berkaitan dengan ditayangkannya film Fantastic Beast and Whre to Find Them. Serial kisah bocah penyihir ini membawa banyak pembaca novel dan penonton filmnya terhanyut ke dalam dunia rekaan J.K. Rowling yang terasa begitu nyata. Seiring dengan semakin berkembangnya serial ini, para penggemar pun terus berusaha membawa setiap sisi dalam dunia sihir Harry Potter ke dalam dunia nyata. Salah satunya adalah liga utama olahraga sihir Quidditch akan diselenggarakan di Inggris.

Jumlah peminatnya lumayan juga. Total ada delapan tim yang akan berlaga memperebutkan gelar sebagai tim Quidditch terbaik. Menurut Tom Newton, salah seorang penyelenggara, setiap tim akan mewakili daerah asal mereka di Inggris, serta diberi nama berdasarkan unsur budaya lokal masing-masing. Kedelapan tim yang akan meramaikan liga utama ini adalah The London Monarchs, Southwest Broadside, Southeast Knights, Eastern Mermaids, Northern Watch, Yorkshire Roses, East Midland Archers, dan West Midland Shredders.

Quidditch

Seperti dalam ceritanya, setiap tim terdiri dari tujuh pemain. Satu orang keeper yang bertugas menjaga tiga lingkaran “gawang”, tiga orang chasers yang melempar bola quaffle memasuki gawang, dua orang beaters yang bertugas melempar bola bludgers ke pemain tim lawan, dan satu orang seeker yang memiliki tugas paling penting untuk menangkap golden snitch. Jika dalam ceritanya golden snitch ini berupa sebuah bola emas kecil yang terbang dengan kecepatan tinggi, dalam versi liganya ini golden snitch dimainkan oleh seorang pelari khusus, dengan bola tenis di dalam kaus kaki yang digantungkan di celananya.

Quidditch

Liga utama Quidditch ini akan diselenggarakan pada musim panas 2017. Tanggal pastinya belum diumumkan. Tapi, situs liga ini menuliskan bahwa pertandingan pembuka musim pertama liga tersebut akan diselenggarakan awal Juli, dan akan selesai pada akhir Agustus. Sebelum itu, setiap tim menyelenggarakan uji coba regional pada wilayah masing-masing sejak April. Dari uji coba ini, diharapkan manajer setiap tim dapat memilih 30 orang terbaik untuk mengisi timnya. Dengan demikian, setiap tim memiliki cukup anggota untuk setiap pertandingan, dengan memperhitungkan faktor kelelahan pemain dan fleksibilitas strategi.

Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya olahraga Quidditch dibawa ke dunia nyata. Pada 2005 lalu, dua mahasiswa dari Vermont mencoba permainan ini. Hingga kini, sudah ada beberapa turnamen Quidditch yang diselenggarakan di beberapa negara di dunia. Kira-kira kapan giliran Indonesia, ya? (*)