Kekhawatiran Lukman Sardi Kepada Anak-Anaknya

Foto: Ginting / Tabloid Nyata

Dengan kemajuan tekhnologi yang demikian pesat, ternyata membuat kekhawatiran aktor Lukman Sardi (41) menjadi lebih tinggi. Ia khawatir anak-anak Indonesia secara umum, serta ketiga anaknya (Akiva, Akira dan Akino) secara khusus, akan meninggalkan budaya membaca buku.

Menurut pria kelahiran Jakarta, 14 Juli 1971 ini, saat ia kanak-kanak sampai remaja, budaya membaca buku selalu ditekankan oleh orang tuanya. Kini dengan majunya tekhnologi, banyak anak-anak yang mencari informasi dan juga membaca lewat internet, sehingga hampir melupakan membaca buku secara lengkap dan utuh.

Gadget sudah ditangan, anak-anak bisa membuka apa yang mereka inginkan. Termasuk membaca cerita ataupun dongeng. Ini yang saya khawatirkan. Takut anak-anak meninggalkan buku. Padahal dari bukulah, kita mendapat banyak informasi lengkap dan utuh. Membaca lewat bukulah, imajinasi kita bisa terbawa dan menerawang jauh. Seperti membaca novel dan juga cerpen. Begitu pun ilmu pengetahuan,” jelas Lukman, di Grand Indonesia, belum lama ini.

Lukman Sardai bersama ketiga anaknya. Foto: Ginting / Tabloid Nyata
Lukman Sardai bersama ketiga anaknya. Foto: Ginting / Tabloid Nyata

Karena itulah, ia selalu memegang budaya dari orang tuanya untuk menularkan kepada ketiga anaknya. Suami dari Pricillia Pullunggono ini mengaku, selalu menempatkan buku secara khusus di lemari ruang membacanya. Anak-anaknya pun dibiasakan untuk membaca, dan memilih sendiri buku yang disukainya.

“Saya biasakan untuk masuk ruangan membaca di rumah. Mereka pilih buku yang disukainya, dan dibaca hingga tuntas. Kalau nggak tuntas, dilanjutkan esok harinya. Saya biasakan mereka membaca tulisan panjang. Dari situ, saya dan anak-anak sering membicarakan buku atau cerita didalamnya. Sehari, saya biasakan minimal satu jam mereka membaca buku. Nggak boleh main handphone terus menerus,” jelas pemain film Jendrar Sudirman ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here