Emma Watson Sembunyikan Buku di Stasiun Bawah Tanah London

0
156

Ini adalah salah satu cara unik, menyebarkan sebuah buku ke masyarakat. Lebih unik lagi, karena yang melakukannya adalah aktris terkenal. Beberapa hari lalu, Emma Watson diam-diam menyembunyikan buku di stasiun bawah tanah London, atau yang lebih dikenal dengan sebutan London tube. Buku yang ia pilih berjudul Mom & Me & Mom karya Maya Angelou, seorang penulis puisi dan memoir Amerika, yang juga adalah aktivis hak-hak sipil. Total ada 100 kopi buku yang ia sebar di berbagai sudut stasiun.

Bukan tanpa alasan, gadis cantik pemeran Belle dalam film Beauty and the Beast ini melakukannya. Ketika terpilih sebagai UN Women Goodwill Ambassador pada 2014 lalu, Emma Watson berpidato tentang hak-hak perempuan, kemudian berkampanye untuk kesetaraan gender. Untuk melaksanakan tugasnya, Watson membentuk klub buku dalam media sosial Goodreads. Klub bernama My Shared Shelf tersebut, jadi ajang para perempuan untuk menyuarakan hal yang sama. Agenda rutin bulanan klub ini adalah, membaca buku bertema hak perempuan. Untuk November ini, buku pilihannya adalah karya Maya Angelou tersebut.

📚👀 @booksontheunderground @oursharedshelf #Mom&Me&Mom

A post shared by Emma Watson (@emmawatson) on

@oursharedshelf's Nov & Dec book is #Mom&Me&Mom by Maya Angelou

A post shared by Emma Watson (@emmawatson) on

Untuk menyukseskan aksinya, Watson bekerja sama dengan Books on the Underground, sebuah proyek komunitas yang secara rutin menempatkan buku-buku gratis di sekitar jaringan London tube. Watson juga telah membagikan beberapa foto dalam Instagram-nya, yang menunjukkan saat-saat ia meletakkan buku, juga saat orang-orang yang berlalu-lalang mengambil bukunya. Bagi mereka yang beruntung menemukan, Watson telah menyelipkan pesan bertulisan tangan dalam tiap buku. Pesan itu meminta para pembaca menjaga buku tersebut baik-baik, lalu meninggalkannya kembali setelah selesai membaca untuk diambil oleh orang lain.

 

Hmm, menarik sekali ya kelihatannya. Mungkin para selebriti kita bisa mencoba hal yang sama untuk membantu meningkatkan niat membaca di Indonesia. Asal bukunya jangan dibawa pulang saja, ya. (*)

Sumber: The Guardian