Yuliati Umrah, Dirikan Yayasan Anak Kaum Marjinal Berprestasi

0
265
Yayasan Anak Terlantar
Foto: Hafidz/Tabloid Nyata

Menyelamatkan hak anak adalah pilihan hidup Yuliati Umrah. Wanita dari Surabaya ini mendirikan Yayasan Arek Lintang (ALIT) untuk mendorong prestasi anak melalui program-programnya.

Awalnya, Yuliati sempat mengambil tindakan yang ditentang ayahnya, lulusan Ilmu Politik Universitas Airlangga memutuskan hidup menggelandang. Ia tidur di emperan toko dan makan makanan sisa rumah makan, agar bisa dekat dengan anak-anak jalanan yang menjadi targetnya.

Setelah melalui perjuangan itu, akhirnya Yuli berhasil mendirikan Yayasan ALIT pada tahun 1999.

Baca juga: Majukan Industri Penerbangan Tanah Air dan Dikenal Seluruh Dunia

Sampai saat ini sudah tak terhitung lagi berapa atlet yang berhasil dicetak yayasan yang fokus membela hak anak-anak kaum marjinal ini. Beberapa di antaranya bahkan ikut berkompetisi di tingkat nasional.

Foto: DokPri-Rizza

”Tahun 2012 saya sempat jadi konsultan di Tupperware. Dana yang saya dapat cukup gede. Dari situ akhirnya kami kembangkan atletik, akhir nya jadi juara,” jelas wanita yang akrab disapa Yuli itu.

Yuli menjelaskan bahwa yayasan ini tak mengarahkan anak-anak binaannya jadi atlet. Melainkan menyediakan banyak program untuk dipilih sesuai minat anak.

Foto: Hafidz/Tabloid Nyata

”Fisik-motorik kita menggunakan pendekat an athletic for kids, untuk mental-sosial ada musik, berkebun, merawat anjing, teater, keterampilan, untuk kognisi ada kelas bimbelnya,” beber Yuli.

Baca juga: Masih 23 Tahun, Shamma Al Mazrui Jadi Menteri Pemuda di Uni Emirat Arab

Tempat curhat

Diakui Yuli, semua program yang ia punya sebenarnya mengarah ke tujuan yang sama, yakni merebut kepercayaan anak. Dengan rasa percaya, anak akan lebih terbuka jika mengalami masalah.

Foto: Hafidz/Tabloid Nyata

”ALIT itu harus dijadikan rumah yang menyenangkan bagi semua anak sehingga kalau kita ngomong itu didengerin, sehingga kalau mereka ada masalah itu curhatnya ke kita, bukan di tempat yang salah,” tutur Yuli.

Halaman 2: Yuli menjadi konsultan PBB dan mewakili Indonesia menjadi pembicara Internasional.