Banyak orang menganggap maskulinitas seorang laki-laki dilihat dari ototnya yang kuat, keberaniannya yang besar, dan sikap yang agresif. Aktor Chicco Jerikho tidak sependapat dengan hal itu. ”Semuanya itu stereotip. Maskulin harus keliatan macho, harus terlihat seperti pemimpin. Padahal kan nggak seperti itu,” tutur Chicco Jerikho saat ditemui di Senayan City, Jakarta Pusat, Kamis (18/5) lalu.

Menurut Chicco, maskulin adalah ketika seorang laki-laki bisa menjadi dirinya sendiri dengan kelebihannya. Chicco menggambarkan laki-laki yang senang membaca atau mencintai keluarga, sebenarnya bisa dikatakan maskulin. Gerah dengan stereotip yang ada, Chicco membuat film dokumenter tentang maskulinitas berjudul AXElerate: The Documentary.

Melalui filmnya, Chicco berharap bisa mengubah persepsi masyarakat terhadap maskulinitas. ”Aku bikin project ini supaya mereka (laki-laki, red) tahu potensi di dalam diri mereka dan mereka tetap menjadi diri mereka. Dan memunculkan magic,” ujarnya.

Banyak Syuting Sinetron Religi, Ini yang Membuat Dude Harlino Sedih Menjelang Ramadan, Dude Harlino banyak syuting sinetron religi. Namun ternyata hal ini … [Read More]

Dalam film tersebut, Chicco dibantu pemenang Citra Awards untuk film pendek terbaik tahun 2012, Yandy Laurens sebagai sutradara terbaik Maya Awards 2014, Angga Dwimas Sasongko sebagai produser. Film karya Chicco akan bisa dinikmati dalam waktu dekat di Youtube channel salah satu produk pengharum tubuh pria. *omi/tgh/adi/fel

Selain Chicco Jerikho Gerah, baca juga info-info terbaru seleb Indonesia lainnya di Tabloid Nyata edisi 2394 terbit tanggal 20 Mei 2017