Rhoma Irama pantas kecewa. Di saat Sang Raja Dangdut itu mengibarkan bendera perang melawan narkoba lewat beberapa lagu ciptaannya, putranya, Ridho Rhoma, justru terjerat pemakaian barang haram itu. Ridho ditangkap petugas Polres Jakarta Barat di sebuah hotel di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Sabtu (23/3) pagi sekitar pukul 04.00 WIB.

Selain terbukti memiliki sabu seberat 0,7 gram, hasil tes urinnya positif menggunakan narkoba. Rhoma yang kala itu tengah menghadiri Munas PAMMI (Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia) kontan shock. Usai pelantikan dirinya sebagai Ketua PAMMI terpilih, ia bergegas menuju Polres Jakarta Barat tempat Ridho ditahan.

“Alhamdulillah, saya bertemu dengan Ridho. Dia merangkul, menangis dan menyesal tidak amanah kepada saya. Sebagai orangtua, hati saya hancur melihat anak di kantor polisi,” ucap Rhoma dengan suara terbata-bata.

Saat itu, Rhoma mengaku sempat memendam amarah kepada putranya itu. Namun ia sadar Ridho bukan anak kecil lagi. Rhoma berusaha mengambil hikmah dari peristiwa penangkapan putranya itu. Ia bersyukur karena polisi lebih dahulu menemukan Ridho dan menangkapnya.

Baca juga: Perjuangan Julia Perez Melawan Kanker Stadium 4

“Saya bersyukur dia ditemukan masih bernyawa. Dua ponakan saya meninggal karena overdosis narkoba. Satu mahasiswa, satu SMA. Tetangga rumah saya juga banyak yang overdosis narkoba. Dari sisi ini, saya masih bisa bersyukur. Ini pelajaran buat kamu, juga buat papa,” ucap Rhoma. *Bay/ fur

Setelah Ridho Rhoma terjerat dalam belitan narkoba, Rhoma Irama pun semakin berkomitmen untuk memerangi barang haram tersebut. Bagaimana tanggapan keluarga besar Rhoma setelah Ridho tertangkap? Benarkah ia terjerat narkoba karena tekanan pekerjaan? Baca selengkapnya di Tabloid Nyata edisi 2387 terbit tanggal 1 April 2017.