Ingin Kencan dengan Pembunuh Berantai, Ariana Grande Dikecam

Ariana Grande dikecam karena pernyataannya baru-baru ini yang dianggap tak berempati. (Foto: Youtube/Podcrushed)
Ariana Grande dikecam karena pernyataannya baru-baru ini yang dianggap tak berempati. (Foto: Youtube/Podcrushed)

Ariana Grande dikecam karena pernyataannya baru-baru ini dianggap tak berempati. Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah program podcast di YouTube Podcrushed, yang dibawakan oleh Penn Badgley.

Dalam podcast tersebut, Ariana Grande melontarkan sebuah pertanyaan kontroversial terkait obsesinya terhadap seorang pembunuh berantai Amerika Serikat, Jeffrey Dahmer.

Ariana menyebut pembunuh berantai tersebut merupakan sosok yang menarik dan ingin bertemu dengannya. Pernyataan itu dilontarkan ketika ia menceritakan tentang penggemar yang pernah bertanya terkait orang yang (baik masih hidup atau pun sudah meninggal) sangat ingin ia ajak untuk makan malam.

“Jika kamu bisa makan dengan seseorang, baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada, siapa kah itu?” ucap Ariana, menirukan pertanyaan tersebut.

| BACA JUGA : Fans Khawatir, Suara Ariana Grande Alami Perubahan

Ariana memberikan jawaban yang cukup mengejutkan. Dirinya ternyata ingin melakukan makan malam bersama Jeffrey Dahmer yang merupakan seorang pembunuh berantai yang keji. Bahkan, Ariana menyebut pembunuh yang telah menewaskan 17 korban itu sebagai sosok yang menarik.

“Menurutku, Jeffrey Dahmer cukup menarik. Saya pikir saya akan senang bertemu dengannya. Kamu tahu, mungkin dengan (ditemani) pihak ketiga atau seseorang yang terlibat. Tapi saya punya pertanyaan (untuk Dahmer),” ucap Ariana, mengulang jawabannya terhadap penggemar tersebut.

Jawaban yang ia ceritakan di podcast itu pun langsung menjadi kontroversi dan menyulut kegaduhan di media sosial. Ariana juga tak lepas dari kecaman akibat ucapannya tersebut. Sebab penyanyi tersebut, dianggap tak berempati terhadap keluarga korban pembunuhan yang dilakukan Dahmer.

| BACA JUGA : Ariana Grande Bakal Gabung Aplikasi Weverse Buatan HYBE

Salah satu ibu korban pembunuhan yang menggemparkan AS di awal tahun 90-an itu pun juga ikut mengecam keras Ariana. Ia adalah Shirley Hughes, ibu Anthony “Tony” Hughes yang merupakan salah satu korban Dahmer di tahun 1991.

Dalam pernyataannya, Shirley menyebut Ariana sebagai perempuan yang pikirannya sakit, lantaran menjadikan Dahmer sebagai kencan makan malam impiannya.

“Bagiku, sepertinya dia sakit dalam pikirannya. Tidak keren atau lucu untuk mengatakan kamu ingin makan malam dengannya (Jeffrey Dahmer). Itu juga bukan sesuatu yang harus kamu katakan kepada orang-orang muda,” tegas Shirley, dalam wawancaranya bersama TMZ, Kamis lalu.

Putranya, Tony, merupakan seorang tunarungu dan tunawicara. Tony menjadi salah satu dari 17 korban pembunuhan Dahmer setelah dirinya bertemu degan pembunuh keji tersebut di sebuah bar gay tahun 1991. Tony dibius dan dibunuh di rumah Dahmer saat berusia 31 tahun.

| BACA JUGA : Cerai Dari Ariana Grande, Dalton Gomez Kencani Aktris Amerika Ini

Saudara perempuan Shirley, Barbara, juga turut mengecam keras pernyataan Ariana. Dalam wawancara yang sama, Barbara mengatakan bahwa penyanyi tersebut harus lebih memperhatikan lagi ucapannya. Selain itu, ia juga menyayangkan fakta bahwa Ariana tak peka terhadap perasaan keluarga korban akibat pernyataannya tersebut.

“Sayangnya, sebelum hal tersebut terjadi padanya dan keluarganya, dia tidak akan pernah tahu apa yang telah kami lalui,” ucap Barbara.

| BACA JUGA : Resmi Cerai, Ariana Grande Harus Bayar Mantannya Rp19,6 M

Seperti yang sudah diketahui, Jeffrey Dahmer telah meninggal pada tahun 1994 setelah dirinya dikeroyok di dalam penjara.

Akibat pernyataan yang dibuatnya, Ariana disebut akan segera menyampaikan permintaan maaf sebagai pesan terhadap penggemarnya, bahwa ucapan yang ia lontarkan dalam podcast tersebut tidak dapat diterima. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here