Dianggap Hina Komunitas LGBT, Paus Fransiskus Minta Maaf ke Publik

JARANG TERJADI: Paus Fransiskus minta maaf di hadapan publik. (Foto: Instagram/@franciscus)
JARANG TERJADI: Paus Fransiskus minta maaf di hadapan publik. (Foto: Instagram/@franciscus)

Paus Fransiskus diberitakan secara luas setelah dianggap menggunakan kata yang menghina untuk menggambarkan komunitas LGBT. Vatikan merespon pada Selasa (28/5/2024), bahwa Paus tidak bermaksud menggunakan bahasa homofobik dan meminta maaf kepada semua pihak yang tersinggung olehnya.

Sangat jarang seorang Paus Fransiskus mengeluarkan permintaan maaf di depan umum.

“Paus tidak pernah bermaksud menyinggung atau mengekspresikan dirinya dalam istilah yang homofobik, dan dia meminta maaf kepada mereka yang merasa tersinggung dengan penggunaan istilah yang dilaporkan oleh orang lain,” kata juru bicara Vatikan Matteo Bruni, dalam sebuah pernyataan melalui email yang dilansir dari BBC.

Ketika ditanya di Konferensi Waligereja Italia, apakah laki-laki berstatus gay sekarang diizinkan untuk menjadi imam selama mereka tetap membujang, Paus Fransiskus mengatakan mereka tidak boleh melakukannya.

| Baca Juga: Tragedi Rayan Menggemparkan Dunia, Club Bola MU dan Paus Fransiskus Ikut Berbelasungkawa

Paus kemudian disebut melanjutkan perkataannya dalam bahasa Italia, bahwa di dalam Gereja sudah terlalu banyak kesan frociaggine (kata kasar dalam bahasa Italia yang merujuk pada perilaku homoseksual). Istilah “frociaggine” inilah yang diterjemahkan sebagai penghinaan yang sangat menyinggung.

Menurut laporan Reuters, media gosip politik Italia, Dagospia, adalah yang pertama melaporkan dugaan tersebut. Dalam laporan dikatakan, hal itu terjadi pada 20 Mei ketika Paus bertemu dengan para uskup Italia secara tertutup.

Namun, beberapa pihak memaklumi penggunaan kata dalam pernyataan Paus tersebut. Sebab Paus Fransiskus merupakan orang Argentina. Sehingga ia tidak sadar menggunakan istilah Italia yang tanpa ia ketahui memiliki makna yang ofensif.

Selain itu, Bruni mengatakan Paus Fransiskus mengetahui berbagai artikel yang beredar tentang dirinya. Juru bicara Vatikan itu menegaskan kembali, bahwa Paus tetap berkomitmen untuk menyambut semua orang di Gereja.

“Tidak ada seorang pun yang tidak berguna, tidak ada seorang pun yang berlebihan, ada ruang untuk semua orang,” kata Bruni.

| Baca Juga: Fakta Baru Kasus Mutilasi Mahasiswa di Sleman. Korban Ternyata Sedang Meneliti Perilaku LGBT!

Namun demikian, pernyataan Paus Fransiskus yang dilaporkan itu terlanjut menimbulkan kegaduhan dan kekhawatiran.

Vito Mancuso, seorang teolog Italia dan mantan pendeta, mengatakan kepada harian La Stampa bahwa bahasa yang digunakan Paus Fransiskus sangat mengejutkan.

“Tercela dan mengejutkan karena secara terang-terangan bertentangan dengan pesan-pesannya sebelumnya mengenai isu-isu LGBT,” kata Mancuso dikutip oleh Reuters.

Paus Fransiskus yang kini berusia 87 tahun, sebelumnya telah dipuji karena memberikan jaminan besar terhadap komunitas LGBT selama 11 tahun masa kepausannya.

Pada tahun 2013, di awal masa jabatannya, Paus Fransiskus sempat ramai dibahas terkait sebuah pernyataan. “Jika seseorang gay dan mencari Tuhan serta memiliki niat baik, siapakah saya yang berhak menghakimi?” ucap Paus pada tahun 2013.

| Baca Juga: Kehilangan Jutaan Followers. Deddy Corbuzier Minta Maaf dan Hapus Video LGBT

Sementara itu, tahun lalu dia mengizinkan para pendeta untuk memberkati anggota pasangan sesama jenis, sehingga memicu reaksi keras dari kaum konservatif.

Kemudian pada tahun 2018, Paus Fransiskus juga pernah mengaku telah melakukan kesalahan besar dalam menangani krisis pelecehan seksual di Chile. Hal itu awalnya ia anggap sebagai fitnah terhadap seorang uskup yang dicurigai melindungi seorang pendeta predator.

“Saya meminta maaf kepada semua pihak yang telah saya sakiti dan saya berharap dapat melakukannya secara pribadi dalam beberapa minggu mendatang, dalam pertemuan yang akan saya adakan (dengan para korban),” tulisnya dalam surat kepada para uskup di Chile. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here