Belum Keluar dari Sekolah, Geng Anak Vincent Rompies ‘LFH’

Foto: Dok. YouTube Cumi-cumi.com

Kasus bully yang menyeret nama anak Vincent Rompies masih terus diproses oleh pihak kepolisian. Aksi perundungan yang terjadi di SMA Binus BSD Serpong itu, dilakukan oleh sekelompok siswa yang menyebut diri mereka Geng Tai.

Setelah kasus bully ini mencuat, ada kabar bila Geng Tai akan dikeluarkan dari sekolah. Namun dari penjelasan pengacara Vincent Rompies, Yakup Hasibuan, pihak sekolah meminta orang tua dari Geng Tai untuk mengundurkan diri.

“Namun yang saya sayangkan adalah ada perilaku yang dilakukan secara sepihak dan berlebihan. Karena meminta orang tua dari anak untuk membuat pengunduran diri, dan itu yang menurut kami sangat disayangkan,” ujar Yakup Hasibuan.

Baca Juga: 6 Pernyataan Vincent Rompies Usai Diperiksa Kasus Bully Anaknya

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Aris Adi Leksono, menerangkan tentang status geng anak Vincent Rompies itu disekolah. Ia menekankan bila sekumpulan siswa itu masih terdaftar sebagai siswa SMA Binus.

“Kalau belum dicabut Dapodik masih siswa, semua ada di Dapodik yang terdaftar. Belum ada (surat resmi) keterangan, data anak-anak masih di Dapodik,” ujar Aris Adi Leksono, dilansir dari VIVA pada Rabu (28/2) lalu.

Baca Juga: Istri Vincent Private Instagram-nya Gara-gara Kasus Bullying

Aris menyatakan, bila pihak sekolah memang masih belum memberikan pernyataan resmi tentang status siswa yang terlibat bullying. Oleh sebab itu, KPAI berharap pihak sekolah bisa memberikan hak pendidikan kepada anak Vincent Rompies dan teman-temannya, meskipun harus jarak jauh/LFH (Learn From Home).

“Kami koordinasi langsung untuk mengklarifikasi. Kemarin itu sesuai mandat, anak Indonesia tidak boleh putus sekolah, terduga pelaku tetap terpenuhi dengan baik. Yayasan sekolah menyanggupi untuk itu, dan kita kawal bersama Dinas Pendidikan Banten dan Kemendikbud,” jelas Aris.

“Kalau korban tentu jelas masih terpenuhi, kalau anak-anak yang berhadapan dengan hukum terduga pelaku, memang ini kami sesalkan, karena sekolah memberikan hak pendidikan model pembelajaran jarak jauh,” imbuhnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here