Rumah Wartawan di Karo Dibakar, 4 Orang Ditemukan Tewas

ILUSTRASI KEBAKARAN RUMAH: Wartawan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara tewas bersama keluarga di dalam rumahnya yang terbakar, hari Kamis (27/6) dini hari pukul 03.15 WIB. (Foto: Depositphotos)
ILUSTRASI KEBAKARAN RUMAH: Wartawan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara tewas bersama keluarga di dalam rumahnya yang terbakar, hari Kamis (27/6) dini hari pukul 03.15 WIB. (Foto: Depositphotos)

Wartawan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara tewas bersama keluarga di dalam rumahnya yang terbakar, Kamis (27/6) dini hari pukul 03.15 WIB. Wartawan tersebut diketahui bernama Rico Sempurna Pasaribu (47) yang bekerja di Tribata TV.

Insiden tersebut menewaskan 4 orang termasuk Rico, Istrinya yang bernama Elparida Ginting (48), anaknya, Sudi Infesti Macyel Pasaribu (12), dan satu cucunya, Loin Situngkir (3). Dalam laporan yang ditulis oleh Tribata TV, pada malam harinya korban pulang ke rumah sekitar jam 24.00 WIB diantar oleh rekan wartawannya.

Terdapat dugaan, jika insiden terbakarnya rumah korban memiliki keterkaitan dengan laporan berita yang belakangan sering dibuat olehnya. Selama dua pekan terakhir, korban diketahui menulis berita tentang perjudian, narkoba dan penebangan kayu di wilayah Karo.

Salah satunya, korban juga meliput unjuk rasa pimpinan tertinggi atau Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) dan pimpinan lintas agama di Kabupaten Karo pada peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), beberapa hari lalu.

| BACA JUGA : Tragis! Polwan Bakar Suami yang Juga Polisi di Mojokerto, Ini Kronologinya

Unjuk rasa tersebut diikuti oleh ribuan warga Karo dan pemuka agama yang menuntut dilakukannya pemberantasan judi, narkoba dan prostitusi di Kabupaten Karo. Dia juga sempat menulis laporan dan mengunggahnya di Facebook pribadi dengan menyebut, bahwa lokasi perjudian yang ada di Bom Ginting ternyata dimiliki oleh oknum aparat.

Dugaan penyebab insiden terbakarnya rumah korban juga makin diperkuat oleh pernyataan rekan wartawan yang mengantar korban pulang di malam sebelum insiden. Rekan korban itu mengatakan, jika dalam beberapa hari ini korban memang jarang pulang ke rumah untuk mengantisipasi risiko atas berita yang ditulisnya.

“Tadi malam ia saya antar naik mobil karena ada rejeki sedikit yang hendak dikasihnya pada istri,” kata rekan korban itu seperti dikutip oleh Tribata TV , Kamis (27/6).

“Enggo muli lah kam bang, adekndu uda buka kan pintu rumah (sudah, pulanglah bang, adikmu sudah buka pintu rumah) kata korban, sehingga saya langsung pulang,” imbuhnya.

| BACA JUGA : Hotel di Alam Sutera Terbakar, Tiga Karyawan Kehilangan Nyawa

Sementara itu, api yang membakar rumah korban berhasil dipadamkan oleh dua unit mobil pemadam kebakaran sekitar pukul 04.30 WIB. Sayangnya, korban bersama 3 anggota keluarganya gagal diselamatkan dari insiden yang membuat rumahnya habis terbakar hingga rata dengan tanah.

Menurut beberapa informasi yang telah dihimpun, rumah korban yang terbakar tersebut juga menjadi tempat usaha toko kelontong dan warung kopi. Korban juga diketahui menjual bensin eceran di rumahnya yang terbakar.

Terdapat dugaan, bahwa insiden kebakaran tersebut disebabkan oleh penyerangan sekelompok orang tak dikenal (OTK) yang berkaitan dengan liputan yang telah dibuat korban baru-baru ini. Meski begitu, polisi mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki lebih dalam peristiwa itu, sehingga tidak mau berspekulasi terlebih dahulu.

Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Tanah Karo, AKBP Oloan Siahaan mengatakan jika pihaknya masih dalam tahap mengumpulkan bukti-bukti dalam insiden kebakaran itu.

| BACA JUGA : Kebakaran Toko Cat di Sidoarjo, Damkar Kesulitan Jinakkan Api

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan bukti-bukti. Tunggu ya, nanti saya update tindak lanjutnya,” ucap AKBP Oloan, Kamis (27/6).

Oloan juga mengungkapkan, jika berdasarkan hasil olah TKP sementara, dalam bangunan rumah semi permanen itu terdapat elpiji 3 kg yang ikut terbakar.

Kini, empat jenazah korban sedang berada di RS Bhayangkara, Kota Medan dan sedang dalam proses verifikasi oleh dokter untuk kemudian dilakukan autopsi.

“(Hal tersebut) untuk memastikan bahwa  keempat jenazah adalah benar Sempurna Ginting dan keluarganya yang tinggal di tempat tersebut,” tutur Oloan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here